Pelaku penipuan melalui panggilan telepon akan meminta informasi sensitif kepada korban, seperti nomor identitas hingga nomor kartu kredit. Jangan pernah memberikan apa yang mereka minta untuk alasan apa pun.
6. Perangkat terinfeksi malware
Pelaku akan memberitahu korban bahwa perangkat mereka telah terinfeksi malware sehingga perlu mengunduh sejumlah aplikasi tertentu. Jangan pernah mau untuk mengunduh dan menginstal perangkat lunak untuk akses jarak jauh seperti AnyDesk atau TeamViewer.
7. Meminta informasi pribadi yang seharusnya sudah diketahui
Penipuan dengan mengatasnamakan perusahaan asuransi atau sejenisnya seharusnya sudah mengetahui informasi pribadi umum seperti nama hingga nomor klaim. Oleh karena itu, jangan pernah tertipu dengan permintaan ‘verifikasi’ informasi Anda.
8. Ada jeda saat menjawab telepon
Baca Juga:Link Nonton Ms. Incognito Episode 9 dan 10, Benarkah Rahasia Ho-Se Bakal Terungkap Bukannya Melindungi Korban Perkosaan, Kades di Jember Malah Sarankan Menikah dengan Pelaku
Penipu umumnya menggunakan teknologi panggilan otomatis yang baru akan menghubungkan korban dengan mereka ketika Anda menjawab.
Jika sampai melakukan salah satu atau beberapa hal diatas, bisa jadi penelpon adalah pelaku penipuan yang sedang menargetkan Anda. Segera tutup telpon tersebut dan ingat selalu, jangan mudah percaya. Semoga bermanfaat.
