Jalan Rusak di Jantung Kota Banjar, Warga Khawatirkan Keselamatan

Pengendara melintas di jalan Mayjen Lili Kusumah Kota Banjar, kondisi jalan itu sudah rusak dan belum mendapat
Pengendara melintas di jalan Mayjen Lili Kusumah Kota Banjar, kondisi jalan itu sudah rusak dan belum mendapat perbaikan. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kondisi Jalan Mayjen Lili Kusumah, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, kini dalam keadaan memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengendara. Puluhan lubang dengan ukuran bervariasi menghiasi badan jalan, menciptakan pemandangan yang kontras dengan lokasinya yang berada di tengah pusat kota.

Kerusakan jalan ini, menurut kesaksian warga, bukanlah hal baru. Sutarman, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa jalan tersebut sudah dalam kondisi buruk sejak era kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebelumnya, Ade Uu Sukaesih dan Nana Suryana. Yang menjadi keprihatinannya, kondisi ini ternyata masih berlanjut hingga kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota sekarang, Sudarsono dan Supriana.

“Sampai sekarang jalan ini masih rusak meski wali kota dan wakilnya sudah ganti,” ujar Sutarman. Ia menambahkan, sejauh ini belum terlihat gebrakan berarti dari pemerintah kota, khususnya dalam hal pembangunan infrastruktur. “Belum ada gebrakan. Mirisnya jalan ini berada di tengah kota yang mana seharusnya masuk skala prioritas,” katanya.

Baca Juga:Manjakan Pelanggan dengan Cashback dan Paket Ekstra Purna Jual, Isuzu Festival 2025 kini Kembali HadirJelang Munaslub AAI Kota Bandung Gelar RAC

Kekhawatiran serupa diungkapkan oleh warga lainnya, Handoko. Ia mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata memperbaiki jalan tersebut sebelum menimbulkan korban jiwa akibat kecelakaan. “Masa harus dibiarkan terus. Jangan sampai ada korban jiwa baru pemerintah respon,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, kerusakan Jalan Mayjen Lili Kusumah terbilang parah. Tidak hanya terdapat lebih dari sepuluh titik lubang, permukaan jalannya juga bergelombang. Lubang-lubang yang ada memiliki kedalaman sekitar 10 sentimeter dengan lebar mencapai 2 meter, membuatnya tampak seperti kolam ikan saat hujan turun. Untuk mengingatkan pengendara, warga dan pihak terkait terpaksa menaruh ‘tolo-tolo’ atau pembatas darurat serta rambu peringatan di sekitar lubang.

Faktor bahaya lainnya adalah minimnya pencahayaan pada malam hari, yang semakin memperburuk situasi. Jalan ini juga merupakan jalur alternatif menuju Kabupaten Pangandaran, sehingga arus kendaraan yang melintas, termasuk kendaraan berat, terbilang padat.

Novriyanto, seorang pengendara yang sering melintas di jalan tersebut, membenarkan tingginya risiko kecelakaan. “Saya lihat langsung ada 3 kali kecelakaan. Kebanyakan motor masuk lubang,” kisih warga Tanjung Sukur ini.

0 Komentar