JABAR EKSPRES – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Jawa Barat tengah menyiapkan strategi untuk meningkatkan produksi sektor pertanian, meski harus menyesuaikan kapasitas anggaran di tengah kebijakan efisiensi.
Saat ini, Pemprov Jawa Barat, termasuk Distanhorti, tengah membahas rancangan APBD 2026 bersama DPRD Jabar. Dalam prosesnya, beberapa pos anggaran mengalami penyesuaian signifikan.
Sebagai contoh, dalam rapat yang digelar Kamis (23/10) lalu, pos anggaran belanja makan dan minuman untuk jamuan rapat atau tamu yang awalnya dianggarkan Rp 2,8 miliar akhirnya dihapus dalam kesepakatan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
Baca Juga:Pemain Andalan Cedera Jelang El Clasico, Hansi Flick Harus Putar Otak!Alasan Thom Haye Menghilang saat Persib Tekuk Selangor FC di ACL 2
Selain itu, anggaran perjalanan dinas senilai Rp 7,3 miliar juga dihilangkan. Belanja untuk pengadaan pupuk, benih, dan alat mesin pertanian (alsintan) mengalami pemangkasan dari Rp 30 miliar menjadi Rp 10 miliar.
Secara total, perubahan rancangan anggaran Distanhorti menurun dari Rp 382 miliar menjadi Rp 296 miliar, atau selisih sekitar Rp 85 miliar.
Kepala Distanhorti Jabar, Dadan Hidayat, menegaskan bahwa salah satu indikator kinerja dinas adalah peningkatan hasil produksi sejumlah sektor pertanian di bawah pengelolaan Distanhorti.
Oleh karena itu, berbagai program dan kegiatan akan difokuskan untuk mencapai target tersebut.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah membuka lebar pasar bagi produk pertanian. “Kalau untuk padi, sudah ada pasar jelas seperti Bulog,” katanya.
Kemudian langkah yang tak kalah penting adalah pengembangan inovasi di sektor pertanian. “Pengembangan varietas unggul, termasuk alsintan,” kata dia.
Dadan juga menjelaskan, inovasi varietas dan alsintan itu juga perlu didukung sarpra yang memadai. Misalnya soal akses irigasi untuk mengairi sawah.(son)
