Pertemuan ini akan difasilitasi langsung oleh Camat Banjar, Egi Ginanjar, dan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 29 Oktober 2025, di Aula Kecamatan Banjar.
Sebagai bentuk itikad baik, FKPMB menyatakan kesediaannya untuk menurunkan seluruh bendera dan spanduk protes yang telah mereka pasang di sekitar desa, setelah surat undangan resmi untuk mediasi dari Pemdes diterbitkan.
Di sisi lain, Pemerintah Desa Balokang, melalui Kepala Desa Idris, angkat bicara menanggapi kemunculan spanduk-spanduk misterius yang berisi tudingan minimnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa.
Baca Juga:Pemain Andalan Cedera Jelang El Clasico, Hansi Flick Harus Putar Otak!Alasan Thom Haye Menghilang saat Persib Tekuk Selangor FC di ACL 2
Idris dengan tegas membantah semua tudingan tersebut dan menyatakannya sebagai provokasi dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Kami sampaikan bahwa selama ini Pemerintah Desa Balokang terbuka dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan desa,” tegas Kades Idris.
Ia memaparkan bahwa seluruh tahapan pengelolaan keuangan desa selalu berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk UU Desa dan peraturan menteri dalam negeri.
Untuk memastikan kepatuhan, proses ini tidak lepas dari pengawasan eksternal. “Setiap tahapan pengelolaan keuangan desa dievaluasi oleh Pemerintah Kota Banjar dan diaudit oleh Inspektorat dan BPKP/BPK,” jelasnya.
Idris menambahkan bahwa komitmen transparansi diwujudkan dalam tindakan nyata. Pemerintah Desa Balokang secara rutin mempublikasikan APBDes, laporan realisasi anggaran, serta informasi seputar pembangunan melalui papan pengumuman desa.
Selain itu, forum-forum musyawarah seperti Musyawarah Desa (Musdes) dan Musrenbangdes yang melibatkan masyarakat, BPD, dan lembaga desa lain juga dijadikan sarana pertanggungjawaban.
Meski demikian, Idris menyambut baik kritik dan masukan dari warga sebagai bagian dari partisipasi dalam pemerintahan yang baik. Hanya saja, ia menekankan pentingnya penyampaian aspirasi yang dilakukan secara bertanggung jawab.
Baca Juga:Akhirnya Rizky Ridho Akui Bikin Kesalahan Fatal di Laga Timnas Indonesia vs IrakVirgil van Dijk Minta Liverpool Tak Berpuas Diri!
“Namun, penyampaian kritik hendaknya dilakukan secara bertanggung jawab, dengan identitas yang jelas dan disertai data atau bukti,” katanya.
Idris mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi membangun desa. “Pemerintah desa mengajak seluruh warga untuk bersama-sama mengawasi, memberikan saran, dan memansikan pembangunan desa berjalan sesuai aturan dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (CEP)
