JABAR EKSPRES – Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diduga disebabkan oleh menu ayam betutu yang sudah basi.
Diketahui, sebanyak 38 siswa di sekolah tersebut mengeluhkan gejala pusing dan mual, pada Kamis (23/10/2025) setelah mengonsumsi MBG dengan menu nasi, ayam betutu, tahu goreng, tumis pakcoy dan buah pisang.
Kapolsek Lembang AKP Dana Suhenda, mengatakan dari pengecekan di lapangan ditemukan bahwa ayam betutu yang menjadi menu utamanya telah basi saat disantap siswa.
Baca Juga:Pemain Andalan Cedera Jelang El Clasico, Hansi Flick Harus Putar Otak!Alasan Thom Haye Menghilang saat Persib Tekuk Selangor FC di ACL 2
“Iya ayam betutu bumbu kuning udah pada basi,” katanya saat dikonfirmasi.
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan KBB Lia N Sukandar mengungkap, dari jumlah 38 siswa yang keracunan, 5 siswa diantaranya masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
“Berdasarkan data hari ini Jumat jumlahnya ada 33 orang itu sudah pulang atau sembuh dan 5 dirawat di RSUD Lembang 1 dan 4 di Puskesmas DTP Jayagiri,” ujar dia.
Pihaknya menyiapkan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi membludaknya korban keracunan usai mengkonsumsi menu MBG.
Keempat faskes itu adalah Puskesmas Jayagiri, Klinik Sespim Polri, RSUD Lembang, dan Klinik Pindad Lembang.
“Kami menyiapkan beberapa faskes yang nanti menerima yang diduga keracunan, Puskesmas Jayagiri, Klinik Sespim Polri, Rumah Sakit Lembang, Klinik Pindad,” kata dia.
SMPN 1 Lembang menerima paket menu MBG sekitar 1.222 dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandung Barat Kayuambon.
Baca Juga:Akhirnya Rizky Ridho Akui Bikin Kesalahan Fatal di Laga Timnas Indonesia vs IrakVirgil van Dijk Minta Liverpool Tak Berpuas Diri!
“Dari kemarin memang banyak yang sudah makan tapi tidak bergejala, alhamdulillah hanya segitu yang bergejala. Kemungkinan kondisi tubuh orang kan beda-beda dalam merespon makanan,” kata Plt Sekretaris Dinas Kesehatan KBB, Nurul Rasihan.
Petugas, kata dia, sudah mengambil sampel makanan MBG tersebut untuk mengetahui penyebab pasti yang membuat puluhan siswa tumbang karena keracunan. Sampel itu akan diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat.
“Sampel sudah diambil dari kemarin, tinggal menunggu saja. Sama petugas satu paket nasi ayam tahu goreng tumis pakcoy buah pisang atau jeruk,” imbuhnya.
Keracunan massal akibat mengonsumsi menu MBG ini bukan kali pertama terjadi di Bandung Barat. Insiden ini diawali di wilayah Cipongkor dan Cihampelas pada bulan September. Tercatat ada 1.315 siswa hingga ibu hamil dan menyusui yang tumbang akibat keracunan.
