JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim penghujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah. Sejumlah kawasan di Kota Bandung dilaporkan kembali tergenang setelah hujan deras mengguyur dalam beberapa hari terakhir.
Menyikapi hal tersebut, Pemkot Bandung memastikan berbagai upaya mitigasi telah dijalankan untuk menekan risiko banjir dan genangan.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan serangkaian strategi baik dari sisi infrastruktur maupun kolaborasi masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan 27 rumah pompa air yang tersebar di titik-titik rawan genangan di berbagai wilayah kota.
Baca Juga:Oihan Sancet Diproyeksikan Jadi Motor Baru Manchester UnitedJurgen Klopp Buka Peluang Kembali ke Liverpool?
“Untuk musim hujan ini, beberapa solusi sudah kami buat. Pertama kami sudah membangun 27 rumah pompa air. Itu kita tempatkan di tempat-tempat yang banyak tergenang air,” ungkap Erwin, Kamis (23/10).
Selain pompa air, Pemkot Bandung juga telah menyelesaikan pembangunan 14 kolam retensi yang berfungsi menampung air hujan sementara sebelum dialirkan ke sungai. Saat ini, dua kolam retensi tambahan sedang dalam proses pengerjaan.
“Dua lagi masih berjalan, salah satunya di Cibodas. Insyaallah di tahun 2026 kami akan bangun dua kolam retensi tambahan lagi,” jelasnya.
Erwin menambahkan, kolam retensi merupakan salah satu solusi jangka panjang dalam mengendalikan limpasan air hujan di wilayah padat penduduk yang sistem drainasenya sudah terbatas.
“Dengan kolam retensi, air hujan bisa ditampung lebih dulu sehingga tidak langsung mengalir ke permukiman,” katanya.
Selain infrastruktur fisik, Pemkot Bandung juga menjalankan program “Mapag Sungai”, yaitu gerakan gotong royong membersihkan saluran air dan sungai dengan melibatkan warga. Program ini menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam mencegah penyumbatan aliran air yang dapat menyebabkan genangan.
“Kami bekerja sama dengan masyarakat untuk membersihkan saluran-saluran air. Saya pun langsung turun ke lapangan untuk membongkar bangunan-bangunan yang berada di atas sungai atau anak sungai. Itu langkah bertahap yang terus kami lakukan,” ujar Erwin.
Baca Juga:Alex Pastoor Akui Tak Kaget Dipecat dari Timnas IndonesiaThom Haye Makin Padu, Persib Siap Tempur Lawan Selangor FC di ACL 2
Upaya pembersihan aliran air juga dibarengi dengan penertiban terhadap bangunan yang melanggar aturan tata ruang dan berdiri di atas sempadan sungai.
