Saat ini, total 200 siswa mengikuti program Sekolah Rakyat Bandung Barat, terdiri dari 100 siswa jenjang SMP dan 100 siswa jenjang SMA. Seluruh peserta merupakan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang lolos seleksi berdasarkan data DTSEN.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu inovasi Pemkab Bandung Barat melalui Dinas Sosial untuk memberikan kesempatan pendidikan layak bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Tidak hanya fokus pada pelajaran akademik, program ini juga menekankan pembentukan karakter melalui kegiatan disiplin, pelatihan keterampilan, dan pembinaan sosial.
Untuk mendukung kegiatan belajar, siswa jenjang SMA menempati Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Lembang, sedangkan siswa jenjang SMP ditempatkan di Gedung Sentra Wyata Guna Bandung di kawasan Cisarua. Kedua lokasi tersebut dilengkapi asrama, ruang belajar, tempat ibadah, serta area pembinaan karakter.
Baca Juga:Konser “The Journey Continues by Aloka", Peterpan Berhasil Bawa Euforia Generasi ke GenerasiGubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Pemimpin Percepatan Ekonomi Daerah
Idad berharap, meskipun masih ada kendala di tahap awal pelaksanaan, program Sekolah Rakyat tetap dapat menjadi wadah pembinaan bagi anak-anak yang ingin mengubah masa depan mereka melalui pendidikan dan kedisiplinan.
“Kami ingin anak-anak ini punya semangat baru dan rasa percaya diri untuk mengubah nasib. Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tapi tempat membentuk masa depan,” pungkas Idad. (Wit)
