Defisit Rp109 Miliar, Cimahi Kencangkan Ikat Pinggang

Defisit Rp109 Miliar, Cimahi Kencangkan Ikat Pinggang
Pemerintah Kota Cimahi tengah berdiri di persimpangan sulit: di satu sisi, ada tekanan untuk tetap menjaga roda pembangunan berputar.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi tengah berdiri di persimpangan sulit: di satu sisi, ada tekanan untuk tetap menjaga roda pembangunan berputar.

Di sisi lain, dana transfer dari pusat menyusut drastis, memaksa setiap rupiah di APBD 2026 diramu ulang dengan penuh kehati-hatian.

Defisit pun tak terelakkan. Dari total proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp 1,35 triliun, belanja daerah masih membengkak hingga Rp 1,5 triliun.

Baca Juga:Virgil van Dijk Minta Liverpool Tak Berpuas Diri!Oihan Sancet Diproyeksikan Jadi Motor Baru Manchester United

Artinya, masih ada selisih defisit sekitar Rp109 miliar, meski sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) telah dimasukkan ke dalam struktur keuangan.

“Masih ada defisit sekitar Rp109 miliar lebih, itu sudah dimasukkan Silpa,” ujar Sekretaris Daerah Kota Cimahi Maria Fitriana, saat ditemui di Pemkot Cimahi, Kamis (23/10/2025).

Maria tak menampik, penurunan Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat menjadi biang utama menyusutnya postur APBD 2026.

Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kini berpacu dengan waktu bersama DPRD untuk menyusun ulang anggaran agar tetap realistis, tanpa mengorbankan sektor-sektor vital.

“Proyeksi ini sudah kita turunkan cukup drastis karena pemangkasan TKD. Tapi tentu saja belum final, karena masih dibahas dengan dewan,” tuturnya.

Langkah efisiensi dilakukan hampir di setiap lini. Mulai dari perjalanan dinas, pengadaan alat tulis kantor (ATK), hingga penghematan utilitas seperti listrik, air, dan pendingin ruangan (AC).

“Listrik itu sudah kita pangkas 30–50 persen, perjalanan dinas dikurangi 50 persen,” jelas Maria.

Baca Juga:Jurgen Klopp Buka Peluang Kembali ke Liverpool?Alex Pastoor Akui Tak Kaget Dipecat dari Timnas Indonesia

Tak berhenti di sana, Pemkot Cimahi juga mulai memangkas hal-hal yang selama ini dianggap seremonial belaka.

Agenda-acara resmi pemerintah seperti peringatan Hari Guru, yang biasanya meriah dengan panggung, tenda, dan konsumsi, kini akan berlangsung sederhana.

“Kegiatan seremonial juga enggak ada. Misalnya Hari Guru kita sederhana saja, hanya apel tanpa panggung dan tenda. Kecuali HUT Kota Cimahi dan HUT RI, itu tetap diadakan. Untuk sosialisasi dan pembinaan, kita maksimalkan lewat Zoom saja,” beber Maria.

Namun di balik penghematan itu, Pemkot Cimahi memastikan tidak akan memangkas tunjangan pegawai ataupun menerapkan work from home (WFH).

0 Komentar