Anggaran Rp8 triliun, Kemen P2MI Bakal Cetak 500 Ribu Tukang Las dan Hospitality

Anggaran Rp 8 triliun, Kemen P2MI Bakal Cetak 500 Ribu Tukang Las dan Hospitality
Menteri P2MI Mukhtarudin (dok KemenP2MI)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) bakal kebut penyiapan 500 ribu tenaga kerja welder dan hospitality untuk adaptasi dengan pasar tenaga asing.

Pekerja Migran memang menjadi salah satu alternatif untuk menekan pengangguran tanah air. Namun dalam pengirimannya tidak bisa sembarangan, salah satu yang perlu diperhatikan adalah penyesuaian dengan permintaan pasar tenaga kerja internasional.

Kini ada beberapa skill tenaga kerja yang cukup menonjol dibutuhkan pasar internasional, di antaranya adalah welder atau tukang las dan keterampilan di bidang hospitality.

Baca Juga:Virgil van Dijk Minta Liverpool Tak Berpuas Diri!Oihan Sancet Diproyeksikan Jadi Motor Baru Manchester United

Karena itulah, pemerintah bakal mengebut penyediaan tenaga kerja itu, dan KemenP2MI ditugaskan menjadi leading sektor program tersebut.

Namun tentu pihaknya tidak bekerja sendirian. Tapi bakal berkolaborasi dengan stakeholder lain. “Tentu kami akan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, lembaga vokasi milik pemerintah, perguruan tinggi dan lembaga vokasi swasta, untuk menyiapkan tenaga kerja itu, ” Kata Menteri P2MI Mukhtarudin, Kamis (23/10).

Mukhtarudin melanjutkan, penyimpanan itu meliputi berbagai aspek, mulai dari pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan.

Program ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai penyedia tenaga kerja terampil, sekaligus mendukung program prioritas pemerintah dalam memperluas peluang kerja. “Kami ingin menghadirkan tenaga kerja yang berkualitas. Jadi siap bersaing,” bebernya.

Program itu juga merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Hal itu juga hasil pertemuan bilateral dengan sejumlah negara.

Pemerintah Pusat juga telah mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit untuk program tersebut. Alokasinya tembus sekitar Rp 8 triliun. (son)

0 Komentar