JABAR EKSPRES – Jumlah prangkat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di wilayah hukum Polda Jawa Barat, kini dianggap belum maksimal oleh Korlantas Polri.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, dengan jumlah 58 perangkat ETLE yang telah terpasang saat ini, dinilai belum dapat terintegrasi dengan baik dengan seluruh jajaran polres yang ada di wilayah Jawa Barat.
“Saya melihat jumlah perangkat ETLE (tilang elektronik) di Polda Jawa Barat belum maksimal, jadi baru 58 perangkat dan akan ditambah nanti 13 unit, jadi 71. Ini perlu, dan nanti saya juga akan menambah supaya nanti semua Polres di Jawa Barat itu bisa terintegrasi menjadi nasional,” ucapnya di Mapolrestabes Bandung, Rabu (21/10).
Baca Juga:Dishub Bogor Alihkan 6 Trayek Angkot ke Pasar Gembrong Sukasari, Lalu Lintas Diatur BertahapFestival Asia Afrika 2025 Digelar, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Meski begitu, Agus mengaku sangat mengapresiasi dengan kinerja Polda Jabar dalam memberikan tindakan terhadap para pelanggar lalu lintas khususnya dengan menggunakan ETLE.
“Kinerja ETLE di tahun 2025 ini Polda Jawa Barat ada kenaikan 353 persen, itu luar biasa,” katanya.
Tak hanya itu, validasi pelanggar melalui ETLE juga kata Agus, Polda Jawa Barat telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
“Jadi (pelanggar) yang tercapture atau tervalidasi, itu juga ada kenaikan. Jumlahnya 166.764 atau naik sebesar 593 persen. Demikian juga yang terkonfirmasi ada kenaikan sampai 832 persen,” ucapnya.
Bahkan yang lebih membanggakan, ia menuturkan jumlah terbayar dari hasil kinerja ETLE di Polda Jawa Barat juga turut mengalami peningkatan.
“Jadi ketika tercapture, tervalidasi, lalu terkirim, seseorang yang diduga melanggar mengakui dan mereka membayar melalui rumah, itu sampai 110.560 yang sudah membayar, jadi ada kenaikan 826 persen. Ini yang membanggakan,” pungkasnya.(San).
