JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat upaya menjaga kebersihan lingkungan, salah satunya melalui pengelolaan limbah dapur milik Sentra Pangan Pemberi Gizi (SPPG).
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan pihaknya akan menyediakan mobil khusus untuk mengangkut limbah dapur SPPG, terutama sisa makanan dan minyak jelantah yang dihasilkan dari aktivitas memasak harian.
“Nanti akan ada mobil khusus sampah dapur MBG. Setiap kecamatan satu unit. Itu komitmen kami di Pemkot untuk mendukung kegiatan SPPG sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” kata Jenal Mutaqin, Selasa (21/10/2025).
Baca Juga:Dinkes Bandung Barat Tolak Penerbitan SLHS Instan untuk Dapur MBGKelewatan! Siswa SDN 216 Sondariah, Kota Bandung Dipekerjakan Antar Ompreng MBG
Ia menjelaskan, volume sampah yang dihasilkan dari dapur SPPG cukup besar karena kegiatan memasak dilakukan setiap hari. Dengan adanya mobil khusus, penanganan limbah diharapkan menjadi lebih teratur dan higienis.
Selain pengangkutan limbah, Pemkot juga tengah mendorong kerja sama antara SPPG dan pihak swasta dalam pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar alternatif, seperti bioetanol atau biodiesel.
“Kami ingin semua SPPG mengumpulkan minyak jelantah untuk dijual, dengan catatan tidak digunakan kembali untuk menggoreng, melainkan diolah menjadi bahan bakar. Saat ini kami masih mencari pihak yang tepat untuk bekerja sama,” ujarnya.
Selain pengelolaan limbah, Pemkot Bogor juga menaruh perhatian pada peningkatan mutu dan kelayakan dapur SPPG. Jenal menambahkan, sejauh ini terdapat sekitar 40 dapur SPPG yang aktif di Kota Bogor, dengan target meningkat menjadi 102 dapur pada tahun depan.
Setiap dapur akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan agar memiliki Sertifikat Laik Higienis (SLHS), guna memastikan standar kebersihan serta keamanan pangan tetap terjaga.
“Sekarang baru enam dapur yang sudah memiliki sertifikat SLHS. Namun seluruhnya sedang dalam proses pelatihan dan verifikasi. Targetnya, hingga akhir tahun ini setidaknya 40 dapur sudah tersertifikasi,” katanya.
Peningkatan kualitas dapur SPPG ini pun akan terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bogor, baik dari segi kebersihan, kesehatan pekerja, maupun pengelolaan sampahnya.
