JABAR EKSPRES– Dunia bela diri Indonesia kedatangan warna baru dengan hadirnya Ryu Combat League (RCL) 2025, ajang kompetisi modern yang menggabungkan unsur Muay Thai, Kickboxing, dan Wushu Sanda dalam satu sistem pertandingan hybrid.
Bertempat di Gedung 313 Malabar, Bandung, Minggu (19/10/2025), RCL menjadi saksi lahirnya pertarungan penuh adrenalin yang memadukan semangat sportivitas dan gaya hidup otomotif kelas atas.
Selama lebih dari 13 jam, puluhan petarung dari berbagai daerah—mulai dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, hingga Sumatera Utara—menunjukkan kemampuan terbaik mereka di atas ring.
Baca Juga:Link Video Julee 7 Menit Viral di TikTok dan Telegram, Netizen Ramai Cari KebenarannyaBandung Owners of ADV Rayakan 6 Tahun Kebersamaan Bertajuk “Stay Young To6ether”
Tidak hanya fighter profesional, ajang ini juga melibatkan petarung amatir dan mahasiswa, membuktikan bahwa RCL terbuka bagi semua level kompetisi.
Ajang Bela Diri dan Gaya Hidup Modern
Ryu Combat League hadir bukan sekadar kompetisi, tetapi juga fightshow pertama di Indonesia yang mengintegrasikan konsep pertarungan dengan elemen garasi dan kemewahan hypercars. Penonton disuguhi atmosfer eksklusif khas otomotif premium di tengah tensi tinggi pertarungan.
“Kami ingin memperkenalkan format baru pertarungan yang tidak hanya menonjolkan teknik bela diri, tapi juga gaya hidup, passion, dan semangat kompetitif generasi muda,” ujar Martinus Setiawaningga Jaya, selaku Promotor Ryu Combat League.
Ia menambahkan, RCL juga menjadi bentuk apresiasi bagi para petarung Indonesia yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.
“Kami menghadirkan total hadiah Rp100 juta sebagai bentuk penghargaan bagi mereka yang berjuang di arena, sekaligus mendorong lahirnya fighter profesional berkelas dunia,” tambah Martinus.
Pionir 8 Man Tournament di Indonesia
Salah satu daya tarik utama RCL 2025 adalah Elite 8, turnamen delapan petarung (8 man tournament) pertama di Indonesia yang mempertemukan fighter-fighter terbaik tanah air—mulai dari juara One Pride MMA, atlet PON, hingga peraih medali SEA Games.
Beberapa nama besar seperti Ajuldihamro, Tommy, Firman, dan Edi menjadi sorotan berkat sejarah rivalitas dan performa mereka di berbagai kompetisi sebelumnya.
Baca Juga:Telkom Kumpulkan 1,4 Ton Sampah dalam Kegiatan Aksi Bersih Pantai Trade Expo Indonesia 2025: UMKM Pertamina Sukses Catat Transaksi Rp269 Miliar Hingga Kebanjiran Minat Ekspor
Dalam final yang penuh tensi, Edi Mus berhasil keluar sebagai pemenang Elite 8 setelah mengalahkan Tommy Thio dalam refight yang dramatis.
