Prancis dan Mesir Siapkan Konferensi Internasional untuk Rekonstruksi Gaza

Prancis dan Mesir Siapkan Konferensi Internasional untuk Rekonstruksi Gaza
Desa Al-Mughayyir di Timur Laut Ramallah. Gaza, Palestina (SUMBER FOTO: X/EyeonPalestine)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Prancis mengumumkan rencananya untuk bekerja sama dengan Mesir dalam menyelenggarakan konferensi internasional mengenai rekonstruksi Gaza, sekaligus menjajaki pembentukan pasukan penjaga stabilitas di bawah mandat PBB guna menjaga keamanan wilayah tersebut pascagencatan senjata.

Dalam pidatonya di hadapan Majelis Nasional pada Rabu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menegaskan bahwa gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang tercapai pekan lalu merupakan “langkah penting,” meski masih bersifat rapuh.

“Gaza masih belum damai,” ujarnya menekankan.

Barrot menyoroti pentingnya pertemuan di Sharm el-Sheikh, Mesir, yang dihadiri langsung oleh Presiden Emmanuel Macron. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara negara-negara Eropa dan Arab yang berkomitmen dalam upaya membangun perdamaian berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga:Axioo Pongo 725: Laptop Gaming Terjangkau dengan Performa Kelas Menengah PremiumHarga Emas Perhiasan Hari Ini, 16 Oktober 2025: 24 Karat Tembus Rp2,2 Juta

Lebih lanjut, Barrot menguraikan tiga prioritas utama Prancis dalam upaya memulihkan kondisi Gaza.

Prioritas pertama adalah bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi. Ia menekankan perlunya percepatan bantuan bagi warga yang terdampak konflik.

“Kita harus membanjiri Jalur Gaza dengan bantuan kemanusiaan. Kita harus memulai pekerjaan rekonstruksi sekarang,” tegas Barrot.

Prioritas kedua adalah keamanan dan perlindungan warga sipil. Ia menekankan bahwa keamanan di Gaza harus dijamin sepenuhnya, terutama bagi warga sipil yang menjadi korban utama dari konflik berkepanjangan.

“Kita perlu memastikan keamanan, khususnya bagi warga Gaza. Karena itu, Prancis bersama Inggris dan Amerika Serikat akan mengajukan resolusi kepada Dewan Keamanan PBB untuk membentuk kekuatan stabilisasi internasional yang dapat segera beroperasi di Gaza,” jelasnya.

Sementara itu, prioritas ketiga berfokus pada pemerintahan di Gaza. Barrot menyampaikan bahwa Prancis mendukung peran aktif rakyat Palestina dalam menentukan masa depan mereka sendiri, termasuk penguatan Otoritas Palestina yang telah menjalani reformasi.

“Kita perlu menjamin keamanan, dan khususnya keamanan warga Gaza. Inilah sebabnya Prancis, bersama Inggris, akan menyampaikan, bersama dengan Amerika Serikat, sebuah resolusi kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengamanatkan kekuatan stabilisasi internasional yang akan dapat beroperasi segera di Gaza,” tuturnya.

0 Komentar