JABAR EKSPRES – Garis polisi yang selama lebih dari dua bulan melingkari Kebun Binatang Bandung akhirnya dilepas. Namun, pintu gerbang destinasi wisata legendaris itu belum juga terbuka bagi pengunjung.
Humas Kebun Binatang Bandung, Sulhan Syafi’i, mengatakan polisi mencabut garis pembatas pada 13 Oktober 2025. Menurutnya, langkah itu menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan lembaga konservasi tersebut.
“Kami bersyukur police line sudah dibuka. Tugas kami melanjutkan pengabdian menjaga satwa di dalam Bandung Zoo,” ujar Sulhan saat dikonfirmasi, Kamis (16/10).
Baca Juga:Haris Setiawan Kembali Pimpin Muaythai Kabupaten Bogor, Targetkan 5 Emas di Porprov 2026Mayat Pria yang Gegerkan Warga Cibinong, Diduga Konflik Cinta Remaja
Meski begitu, pihak pengelola belum menetapkan jadwal pembukaan kembali kebun binatang yang berada di kawasan Tamansari itu.
Sulhan menjelaskan, manajemen akan lebih dulu melakukan rapat internal serta menyelesaikan sejumlah perbaikan fasilitas sebelum menerima wisatawan.
“Namun, untuk operasional normal kami belum buka. Sedang dikordinasikan di internal. Nanti kalau sudah resmi dibuka untuk pengunjung, akan kami umumkan,” jelasnya.
Sulhan menambahkan, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan sempat meninjau langsung area kebun binatang pada Selasa siang, sekitar pukul 14.50 WIB. Menurutnya, kunjungan itu bertujuan memastikan kondisi pasca pencabutan garis polisi.
Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, Serikat Pekerja Mandiri Derenten (SPMD) menegaskan tetap berkomitmen menjaga kelangsungan hidup 710 satwa koleksi Bandung Zoo.
“Ini adalah kewajiban kami sebagai pekerja di sini menyelamatkan dan mensejahterakan satwa,” ujar Sulhan mewakili SPMD.
Sebelumnya, pada awal Agustus lalu, kebun binatang itu ditutup setelah terjadi kericuhan antara dua kubu karyawan. Insiden tersebut membuat polisi memasang garis kuning di sekitar area sejak 6 Agustus 2025.
Baca Juga:Andri Gunawan Kecam Tayangan TV yang Diduga Lecehkan Pesantren dan Ulama: Ini Krisis KebudayaanPangkas Dana Transfer Daerah, Pakar Unpad Peringatkan Potensi Ketimpangan
Selain konflik internal, pengelola Bandung Zoo juga tengah menghadapi persoalan hukum. Dua petinggi Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), Bisma Bratakusuma dan Sri, terseret kasus dugaan korupsi yang menambah daftar masalah lembaga konservasi itu.
