Bupati Minta SKPD Fokus pada SDM dan Program Berdampak ke Masyrakat

Foto : Diskominfo
Foto : Diskominfo
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menekankan pentingnya perencanaan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan program prioritas daerah sebagai langkah strategis mewujudkan Kabupaten Bogor yang Istimewa dan Gemilang.

Penegasan ini disampaikan Bupati Bogor dalam pertemuan bersama jajaran perangkat daerah, Rabu (15/10).

Dalam arahannya, Rudy menegaskan bahwa setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) wajib menyusun perencanaan SDM yang matang dan relevan dengan kebutuhan program strategis.

Baca Juga:Kasih Palestina Dukung Pemulihan Gaza lewat Penyaluran Bantuan Pangan di Momentum Hari Pangan DuniaHaris Setiawan Kembali Pimpin Muaythai Kabupaten Bogor, Targetkan 5 Emas di Porprov 2026

“Kita ingin memastikan bahwa setiap dinas memiliki SDM yang kompeten, terukur, dan siap melaksanakan program dengan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Rudy.

Pemerintah Kabupaten Bogor, lanjutnya, akan fokus pada tiga jenis program yaitu Program Mandatori, program wajib yang harus dituntaskan , dan Program Pendukung Indikator Kinerja.

Program itu untuk mendukung capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD), serta indikator strategis lainnya; dan Program Muatan Lokal Inovatif, yakni inisiatif SKPD berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.

“Program yang tidak berdampak langsung pada masyarakat harus kita evaluasi,” tegasnya.

Tak hanya soal perencanaan dan dampak program, Rudy juga menyoroti pentingnya sinergi antar instansi.

Ia menegaskan bahwa era kerja sektoral sudah berakhir, digantikan oleh kerja kolaboratif dan terintegrasi.

Ia mencontohkan potensi kerja sama antara Dinas Perikanan, Dinas Koperasi, dan Dinas Perindustrian yang bisa bergandengan tangan dalam pelatihan, pemberian alat produksi, hingga pemasaran hasil usaha masyarakat.

Baca Juga:Mayat Pria yang Gegerkan Warga Cibinong, Diduga Konflik Cinta RemajaAndri Gunawan Kecam Tayangan TV yang Diduga Lecehkan Pesantren dan Ulama: Ini Krisis Kebudayaan

“Dari situ, akan lahir klaster usaha baru yang membuka lapangan kerja nyata bagi warga Bogor,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika setiap SKPD melibatkan minimal 200 peserta dalam satu program, maka dari 32 SKPD yang ada, lebih dari 60.000 warga bisa terlibat langsung dalam kegiatan peningkatan kesejahteraan.

“Dengan perencanaan SDM yang kuat dan kolaborasi lintas sektor, kita optimistis Kabupaten Bogor akan menjadi daerah dengan daya saing tinggi, masyarakat sejahtera, dan pemerintahan yang semakin efektif,” pungkasnya.

0 Komentar