JABAR EKSPRES – Lembaga sosial kemanusiaan Kasih Palestina meluncurkan program baru bertajuk “Kasih Pangan” pada momentum Hari Pangan Dunia 2025, sebagai bentuk rebranding lembaga yang selama ini dikenal aktif menyalurkan bantuan pangan ke wilayah krisis, termasuk Gaza dan Indonesia.
Program Kasih Pangan menjadi tonggak baru bagi Kasih Palestina yang selama tiga tahun terakhir mencatat penyaluran dan penghimpunan donasi tertinggi pada sektor pangan.
Tingginya kepercayaan donatur untuk menyalurkan bantuan makanan melalui lembaga ini menjadi latar belakang utama rebranding, sekaligus menegaskan fokus Kasih Palestina pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia: pangan.
Baca Juga:Haris Setiawan Kembali Pimpin Muaythai Kabupaten Bogor, Targetkan 5 Emas di Porprov 2026Mayat Pria yang Gegerkan Warga Cibinong, Diduga Konflik Cinta Remaja
“Selama tiga tahun terakhir, sektor pangan menjadi urat nadi kerja kemanusiaan kami — di situlah kami melihat bahwa makanan adalah hak, bukan hadiah,” ujar CEO Kasih Palestina, Ust. Nandang Cahya, dalam pernyataannya. “Hari Pangan Dunia dan gencatan senjata Gaza memberi kami dua momentum penting: dunia sedang lapar akan kasih, dan Gaza sedang bangkit memulihkan kehidupannya dari hal paling dasar — yaitu pangan.”
Rekam Jejak Penyaluran Pangan
Sejak 2022 hingga 2024, Kasih Palestina mencatat total lebih dari 90.000 penerima manfaat, dengan rata-rata 30.247 orang per tahun yang menerima bantuan pangan di berbagai wilayah, termasuk Palestina, Indonesia, Turki, Yordania, dan Afrika.
Rata-rata bantuan yang disalurkan meliputi:
Roti: 8.852 penerima manfaat
Daging Qurban: 6.399 penerima manfaat
Sembako: 4.403 penerima manfaat
Air Bersih: 5.108 penerima manfaat
Buka Puasa: 5.635 penerima manfaat
Sayuran: 900 penerima manfaat
Hotmeals: 4.698 penerima manfaat
Portofolio ini memperkuat posisi Kasih Palestina sebagai lembaga asal Indonesia dengan fokus pangan terbesar di antara lembaga kemanusiaan yang aktif menyalurkan bantuan ke Gaza.
Lembaga ini juga menyebut bahwa kepercayaan publik dan mitra terhadap penyaluran pangan menjadi “modal sosial” dalam mengembangkan Kasih Pangan sebagai program terintegrasi.
Momentum Gencatan Senjata dan Pemulihan Gaza
Peluncuran Kasih Pangan dilakukan di tengah masa gencatan senjata Palestina–Israel yang berlaku sejak awal Oktober 2025.
Kasih Palestina memandang periode ini sebagai awal pemulihan Gaza (Gaza Recovery), dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan nutrisi anak.
