Artinya, tidak ada price list resmi seperti:
- Doa standar: Rp1.000
- Doa kelompok: Rp50.000
- Doa Fatihah VIP: Rp10 juta
Semua tetap berdasarkan kesadaran dan kemampuan masing-masing. Hanya saja, gaya penyampaiannya yang menyebut nominal besar secara terang-terangan membuat publik menilai seolah ada tingkatan dalam doa yang ia pimpin.
Sempat muncul dugaan bahwa video ini adalah rekaman lama yang kembali beredar. Namun, berdasarkan, tayangan tersebut merupakan siaran baru, bukan video lawas.
Video itu disiarkan langsung dari akun resmi Yusuf Mansur dan masih mencantumkan PayTren sebagai salah satu metode donasi platform yang memang identik dengan namanya sejak lama.
Baca Juga:Bansos PIP Anak Sekolah PIP Tahap Terakhir Cair Oktober 2025, Cek Statusnya Lewat Link Ini!Beli Tablet Murah Rp250 Ribuan Berasa Kaya Pc
Hingga saat ini, Yusuf Mansur belum memberikan klarifikasi resmi terkait viralnya “jasa doa online” dengan nominal hingga Rp10 juta tersebut. Namun, dalam wawancara beberapa waktu lalu ketika kasus serupa pernah muncul, ia pernah mengatakan bahwa sedekah dan doa adalah dua hal yang saling menguatkan.
Menurutnya, tidak ada jual-beli doa. Yang ada hanyalah orang bersedekah, kemudian didokan bersama agar kebaikan itu kembali kepada pemberinya.
Meski begitu, warganet tampaknya masih menunggu penjelasan langsung, terutama karena video terbaru ini menampilkan konteks yang lebih eksplisit soal “tarif doa”.
Fenomena “doa online dari Rp1.000 sampai Rp10 juta” ini memperlihatkan bagaimana dakwah kini sudah merambah ke ranah digital dengan berbagai gaya dan pendekatan baru.
Sebagian orang menanggapinya dengan santai dan humor, sementara yang lain menilai perlu kehati-hatian agar makna doa dan ibadah tidak kehilangan kesakralannya.
Apapun niat di baliknya, jasa doa online ala Yusuf Mansur ini jelas berhasil menarik perhatian public bukan hanya karena isi ceramahnya, tapi karena “harga doa” yang bikin netizen terheran-heran.
