Menurutnya, hal ini menjadi fondasi untuk menjamin kehigienisan dan keamanan pangan dari setiap hidangan yang disajikan kepada anak-anak penerima manfaat program MBG.
“Kami bersyukur sekali pelatihan ini dilaksanakan. Dengan adanya pelatihan, ada jaminan mutu atas makanan yang kami hidangkan nantinya. Para penerima manfaat, terutama anak-anak sekolah, harus mendapatkan makanan yang tidak hanya bergizi tetapi juga aman dari segi kesehatan,” tutur Mujamil.
Ia menambahkan bahwa para relawan kini mendapatkan bekal ilmu dan pengetahuan baru yang langsung dapat dipraktikkan.
Baca Juga:Revitalisasi Tangki LNG Arun Capai 81 Persen, Target Beroperasi Akhir 2025Pemprov Jateng Buka Hotline Aduan Keracunan Menu MBG
“Ilmu tentang hygiene sanitasi makanan, cara menyimpan bahan pangan, hingga teknik pengolahan yang benar, semuanya diterima dengan baik oleh relawan. Pengetahuan ini nantinya akan diimplementasikan secara langsung dalam pekerjaan sehari-hari mereka di dapur MBG. Kami yakin, dengan relawan yang terlatih dan tersertifikasi, program MBG akan memberikan dampak yang lebih positif dan terukur bagi masyarakat,” pungkas Mujamil. (CEP)
