JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau kesiapsiagaan warga di Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Rancasari, dalam menghadapi potensi banjir di wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Bandung.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Siskamling Siaga Bencana edisi ke-13, beberapa waktu lalu.
Farhan mengatakan, program ini menjadi sarana pengecekan lapangan terhadap sistem informasi kebencanaan dan kesiapan masyarakat di tingkat RW dan RT.
Baca Juga:Demi Tiket Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Wajib Kalahkan IrakKluivert Ungkap Tantangan Berat Timnas Indonesia Usai Kalah Tipis dari Arab Saudi
Pemerintah kota, kata dia, juga melakukan evaluasi terhadap kondisi fisik wilayah yang berisiko bencana.
“Kami mengecek catatan informasi di setiap RW dan RT sekaligus meninjau kondisi yang berisiko terjadi bencana,” ujar Farhan saat meninjau lokasi.
Dia menambahkan, tindakan cepat akan dilakukan pada permasalahan yang bisa langsung ditangani, sedangkan persoalan lain akan disiapkan melalui perencanaan matang.
Salah satu perhatian dalam tinjauan tersebut ialah usulan pembuatan sodetan dari anak Sungai Ciorok ke Sungai Cidurian sepanjang 200 meter.
Proyek ini dinilai penting untuk mengurangi genangan, namun masih terkendala status lahan yang berada di wilayah Kabupaten Bandung.
“Ini jadi tantangan karena wilayahnya lintas kewenangan. Tapi kita akan terus berkoordinasi agar penanganannya tidak terhambat,” kata Farhan.
Dalam kesempatan itu, Farhan juga mengapresiasi warga Mekar Jaya yang aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Baca Juga:Amorim Diberi Waktu 3 Tahun untuk Bangun Tim Impian Manchester United! Sedang Berlangsung! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Ia menilai semangat warga menjadi contoh positif dalam upaya mitigasi bencana.
“Wilayah ini termasuk rawan banjir, tapi saya lihat masyarakatnya punya semangat luar biasa. Tidak hanya tangguh bencana, tapi juga mandiri dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya.
Melalui program Siskamling Siaga Bencana, Pemkot Bandung menargetkan seluruh 1.597 RW di kota itu memiliki kesiapan menghadapi risiko bencana.
Farhan menegaskan, mitigasi harus menjadi bagian dari budaya warga kota. “Kita targetkan dalam masa jabatan lima tahun ini seluruh RW sudah kita kunjungi dan evaluasi,” tuturnya.
Anggota DPRD Kota Bandung, Adi Widyanto, yang turut hadir dalam kegiatan itu menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemkot Bandung.
Dia mengakui persoalan banjir di perbatasan daerah cukup kompleks karena melibatkan banyak pihak. “Masalahnya cukup rumit karena ada perbatasan dan kewenangan lintas daerah,” kata Adi.
