“Dulu kalau petugas libur misal Lebaran, sampah akan numpuk di bak. Sekarang tidak ada lagi. Bahkan saat Kota Bandung darurat sampah, kami tidak pusing,” cetusnya.
Sistem Terbangun, Warga Rasakan Langsung Manfaat
Pengolahan sampah di Perumahan Mitra Dago tidak berhenti pada tahap mengurai sampah. Tapi, di perumahan itu juga dikembangkan pemanfaatan dari hasil pengolahan sampah.
Warga menyulap beberapa lahan lain di ruang publik perumahan untuk menjadi kebun, setidaknya ada 4 lokasi kebun publik. Di kebun itu ditanami aneka sayuran, seperti kangkung, selada, hingga sawi dan cabai.
Baca Juga:Soal Pengolahan Sampah, Pemkot dan Pasar Induk Caringin Masih BuntuPengelola Pastikan Sampah Pasar Induk Caringin Masih Terkendali, Pengunjung: Sampahnya Tetap Menumpuk!
Kebun itu memanfaatkan pupuk hasil dari rumah kompos. Ketika panen, warga bisa mengambil sayur tersebut, lalu ada juga UMKM yang bersedia menerima hasil panen sayur dari pupuk organik itu. “Uang jual sayur itu masuk kas. Bisa buat beli bibit lagi,” cetus Fenti.
Fenti melanjutkan, pupuk hasil dari rumah kompos itu tidak hanya untuk kebun. Tapi warga juga sangat dipersilahkan untuk mengambil pupuk tersebut. Biasanya untuk tanaman di pekarangan rumah masing-masing.
“Setelah ada hasil nyata, warga senang. Yang awalnya gak mau ikut (mengolah sampah.red) jadi mau gabung. Mereka ikut merasakan manfaatnya,” kata Fenti.
Kemudian upaya pengolahan sampah di perumahan itu juga ikut menciptakan lapangan kerja baru. Walupun memang masih sedikit. Salah satunya adalah petugas yang mengolah sampah di rumah kompos perumahan.
Awang, salah satu petugas menceritakan, ia telah dua tahun menjadi pekerja rumah kompos di perumahan itu. Ia adalah warga luar perumahan yang kemudian direkrut untuk menjadi petugas. “Ada dua orang. Saya dan teman saya satu,” katanya.
Awang melanjutkan, beberapa tugasnya adalah mengambil sampah di masing-masing rumah sesuai jadwal. Kemudian mengolahnya di rumah kompos atau biopori yang sudah tersedia. “Banyak diajari Bu Fenti untuk teknik mengolah sampahnya,” katanya.
Dukungan Astra jadi Angin Segar, Program Berlanjut
Fenti mengakui bahwa dalam membangun sistem dan kepedulian lingkungan di kompleknya itu tidak mudah. Selain itu juga butuh beberapa dukungan. Termasuk dukungan dana.
