BI Tegaskan Tidak Jual Cadangan Emas 11 Ton, Publik Diminta Rujuk Data Resmi

BI Tegaskan Tidak Jual Cadangan Emas 11 Ton, Publik Diminta Rujuk Data Resmi
Seorang petugas tengah menata emas batangan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Antam Setiabudi. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

Dengan demikian, angka emas moneter yang tercatat di IMF identic dengan data yang dipublikasikan Bank Indonesia melalui Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI).

Data emas moneter tersebut mencakup seluruh cadangan emas bank sentral sebagai bagian dari cadangan devisa resmi, tidak hanya emas fisik, melainkan juga emas yang disimpan dalam bentuk deposito dan emas yang digunakan dalam transaksi swap apabila ada.

Secara keseluruhan, cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2025 tercatat sebesar 152 miliar dolar AS. Jumlah tersebut terdiri atas emas moneter senilai 8,348 miliar dolar AS, Special Drawing Rights (SDRs) sebesar 7,550 miliar dolar AS, Reserve Position in the Fund (RPF) senilai 1,079 miliar dolar AS, serta cadangan devisa lainnya sebesar 135,010 miliar dolar AS.

Baca Juga:Kemnaker Siap Kawal Hak Pekerja Terdampak PHK, Fokus pada Pesangon dan Jaminan Hari TuaDiresmikan Ahmad Luthfi, Desa Tersono Batang Jadi Contoh Desa Mandiri Kelola Sampah

Posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2025 setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Menurut Bank Indonesia, cadangan devisa tersebut bisa mendukung ketahanan sectoral eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

0 Komentar