CHAGEE Rayakan Gerai ke-50 di Indonesia dengan Hadirkan Flagship Bernuansa Art Deco di 23 Paskal

CHAGEE Rayakan Gerai ke-50 di Indonesia dengan Hadirkan Flagship Bernuansa Art Deco di 23 Paskal
CHAGEE Rayakan Gerai ke-50 di Indonesia dengan Hadirkan Flagship Bernuansa Art Deco di 23 Paskal
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bandung kembali menjadi destinasi ekspansi berbagai merek global. Kali ini, merek teh premium internasional CHAGEE resmi membuka gerai pertamanya di Kota Bandung yang berlokasi di 23 Paskal Shopping Center, Rabu (29/7/2026).

Momen ini sekaligus menandai gerai ke-50 CHAGEE di Indonesia, yang hadir lewat soft opening di empat lokasi yaitu flagship di 23 Paskal, serta gerai di Trans Studio Mall, Paris Van Java, dan Summarecon Mall Bandung. Perayaan grand opening di keempat lokasi akan digelar menyusul akhir tahun ini.

Gerai CHAGEE di 23 Paskal ini sebagai flagship store yang dirancang secara khusus dengan mengangkat identitas budaya dan sejarah Kota Bandung.

Baca Juga:GoTo Kembali Cetak Laba Bersih di Kuartal II-2026Puluhan Tim Terbaik Siap Bertarung di Salman Al Farisi Baseball Softball National Championship V 2026

Kehadiran CHAGEE di Bandung menjadi langkah strategis perusahaan setelah berhasil berkembang pesat di Indonesia sejak membuka gerai pertamanya di Jakarta pada April 2025. Dalam waktu lebih dari satu tahun, merek teh asal internasional tersebut kini telah mengoperasikan 50 gerai di berbagai kota di Tanah Air.

Director of Operations CHAGEE Indonesia, Rendhy Pangeran, mengatakan Bandung dipilih bukan hanya karena potensinya sebagai kota besar, tetapi juga karena karakter masyarakatnya yang memiliki kreativitas tinggi dan apresiasi kuat terhadap seni serta budaya.

Sementara itu, General Manager CHAGEE Indonesia Adinda Yozari menjelaskan bahwa flagship store di 23 Paskal tidak sekadar menjadi tempat menikmati minuman teh, tetapi juga dirancang sebagai ruang yang merepresentasikan semangat Kota Bandung.

“Bandung memiliki semangat kreatif yang sangat khas, sehingga kami ingin gerai ini mengangkat sekaligus menghormati budaya tersebut. Semua hal, mulai dari desain hingga kolaborasi lokal, dibangun dengan kota ini sebagai pijakan,” ujar Adinda Yozari.

Menurutnya, setiap elemen yang dihadirkan dalam flagship tersebut merupakan hasil interpretasi terhadap kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas Kota Bandung.

Mulai dari fasad bangunan yang mengadopsi bentuk tanaman teh sekaligus garis-garis geometris khas bangunan Art Deco, penggunaan ubin tegel karya pengrajin lokal, hingga mural karya ilustrator Indonesia Felishia Henditirto yang menggambarkan perjalanan teh melintasi hamparan perkebunan, sawah, serta ikon Kota Bandung seperti Gedung Sate dan Jalan Braga.

0 Komentar