JABAR EKSPRES – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Salah satu daerah yang mengalami penurunan pasokan air bersih yakni di Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari.
Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Kampung Cihonje RW 01, RW 02, dan Kampung Bunisakti RW 03.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat, mengatakan sebanyak 15.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada warga yang terdampak kekeringan di Arjasari.
Baca Juga:Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Karhutla di Kabupaten Bandung, Warga Diminta Stop Bakar SampahKemarau Panjang Ancam Lahan Pertanian di Sekitar GBLA, Petani: Ini yang Terparah
“Kami tentu membantu masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih bersama Palang Merah Indonesia, kami mendistribusikan 15 ribu liter air bersih kepada 666 Kepala Keluarga (KK). menggunakan mobil tangki bagi 2.134 warga Desa Wargaluyu, Arjasari,” ujar Diki, Kamis (30/7/2026).
Berdasarkan data BPBD, bantuan air bersih tersebut disalurkan kepada 168 KK atau 610 jiwa di Kampung Cihonje RW 01, kemudian 286 KK atau 866 jiwa di Kampung Cihonje RW 02, serta 212 KK atau 658 jiwa di Kampung Bunisakti RT 05 RW 03. Total penerima manfaat mencapai 666 KK dengan jumlah 2.134 jiwa.
Diki menjelaskan, distribusi air bersih tidak hanya dilakukan di Desa Wargaluyu. BPBD Kabupaten Bandung juga terus menyalurkan bantuan ke sejumlah kecamatan lain yang mulai terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
“Pendistribusian air bersih juga kami laksanakan di wilayah lain yang rawan terdampak kekeringan, di antaranya Arjasari, Pasirjambu, Rancaekek, Cileunyi, Cimaung, Margaasih, dan Katapang,” katanya.
Selain mendistribusikan air bersih, BPBD Kabupaten Bandung juga memperkuat koordinasi dengan sejumlah instansi guna menangani persoalan ketersediaan air bersih, khususnya yang berkaitan dengan jaringan perpipaan.
“Kami berkoordinasi dengan PUTR, Disperkimtan, serta Perumda Air Minum Tirta Raharja terkait jaringan perpipaan air bersih,” tutur Diki.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Niño diperkirakan masih akan mempengaruhi sebagian besar wilayah Indonesia hingga Oktober 2026.
Baca Juga:Sumber Air Alternatif Musim Kemarau, Seke Buka Tanah Masih MemancarPermintaan Air Bersih di Kabupaten Bandung Barat Naik Selama Kemarau
Kondisi tersebut menyebabkan curah hujan berkurang sehingga berpotensi memperluas wilayah yang mengalami kekeringan.
