Celakanya, dalam pembagian MBG kepada siswa, ditemukan adanya intervensi dari pihak tertentu yang tidak boleh menyebar luaskan menu MBG ke publik maupun media sosial.
Penelusuran Anggaran MBG untuk SPPG
Berdasarkan penelusuran Jabar Ekspres, salah satu Kepala SPPG di Kota Cimahi membeberkan anggaran tiap menu adalah Rp15.000 per porsi. Anggaran tersebut terbagi menjadi dua alokasi. Yaitu Rp10.000 untuk menu dan Rp5.000 untuk operasional.
Dalam pelaksanaannya, setiap SPPG memproduksi makanan sebanyak 2.500 – 4.000 porsi setiap harinya.
Baca Juga:Keracunan hingga Pengurangan Menu MBG Terjadi Dimana-Mana Meski Anggaran Ratusan Triliun?Penuhi SLHS, Dinkes Ciamis Gelar Pelatihan bagi Dapur MBG
Kepala SPPG Citeureup Muhammad Ryan mengatakan, dapur SPPG didesain khusus agar steril dan tidak bercampur dengan aktivitas lain.
“Jadi ini bukan dapur rumah atau tempat usaha yang dialihfungsikan. Dapur kami memang dirancang sejak awal untuk menjaga kebersihan, termasuk tata letak lahan, sirkulasi kendaraan, hingga pembuangan sampah,” bebernya.
Menurut Ryan, standar operasional prosedur (SOP) diterapkan ketat mulai dari pemakaian alat pelindung diri (APD), penggantian pakaian kerja, hingga pemeriksaan kebersihan fisik petugas.
Dari 47 pegawai yang bekerja, seluruh barang bawaan pribadi wajib ditinggalkan di loker guna mencegah kontaminasi silang.
“Setiap kuku, rambut, sampai kondisi tubuh pegawai diperiksa. Bahkan bahan baku dipastikan habis dalam sehari agar tidak ada sisa basi,” jelasnya.
Ryan menambahkan, bahan segar seperti daging, ayam, dan sayur masuk ke dapur pada sore hari, kemudian diolah melalui shift malam mulai pukul 12.00 hingga 03.00 pagi.
“Distribusi makanan ke sekolah berlangsung pukul 08.00 dan 10.00 pagi, menyesuaikan jadwal siswa SD hingga SMK,” ujarnya.
Baca Juga:Cegah Maraknya Keracunan Akibat MBG, Wakil Kepala BGN Minta SPPG Pahami Tentang Ini!
Sedangkan untuk persiapan dimulai sejak pukul 17.00 dengan pembersihan buah, sayuran, hingga protein hewani dan nabati. Proses memasak berlangsung mulai pukul 22.00 malam setelah briefing menu, dilanjutkan pengecekan ulang kualitas bahan.
“Tidak semua bahan bisa langsung diolah. Kalau sayur terlihat cepat busuk atau protein berubah tekstur, itu langsung ditahan. Lebih baik kami menunda daripada dipaksakan berisiko keracunan,” katanya.
Tahapan pemorsian makanan berjalan pukul 02.00 hingga 10.00 pagi dengan kapasitas produksi lebih dari 3.034 porsi per hari. Untuk memastikan keamanan, dilakukan uji organoleptik, pengambilan sampel, hingga pengecekan laboratorium internal.
