Sekolah Rakyat Segera Dibangun, Pemkab Bandung Hibahkan 8 Hektare Lahan

Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Dirjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Bisma Stan
Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Dirjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Bisma Staniarto serta Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Idit Supriadi Priatna saat meninjau Sekolah Rakyat di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (1/10/2025). Foto Agi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Ciwidey segera dimulai tahun ini. Pemkab Bandung menghibahkan lahan seluas 8 hektar dari total 24 hektar milik daerah untuk mendukung program nasional tersebut.

“Hari ini saya kedatangan Pak Dirjen Prasarana Strategis, Pak Bisma, dan juga Pak Idit dari Kementerian Sosial. Setelah diskusi, kami sepakat untuk sama-sama mengawal pembangunan Sekolah Rakyat di Ciwidey,” ujar Dadang saat meninjau Rintisan Sekolah Rakyat di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (1/10/2025).

Ia menjelaskan, dari total 24 hektar lahan Pemkab Bandung di Ciwidey, sebanyak 8 hektar akan dihibahkan untuk pembangunan sekolah. Keputusan percepatan pembangunan diambil karena sekolah perintis yang sudah berjalan kini menampung sekitar 150 siswa dalam enam kelas.

Baca Juga:Kompetisi ‘Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas’ Dimulai, 1.300 UMKM Berebut Modal Usaha Rp1 Miliar

“Kalau tidak disiapkan mulai sekarang, tahun ajaran 2025–2026 lokasi ini bisa penuh. Makanya saya minta proses percepatan benar-benar dikawal oleh Kadis PUPR bersama Satker, termasuk koordinasi dengan Kementerian PUPR,” tegas Dadang.

Kang DS sapaan akrabnya menyampaikan, Sekolah Rakyat ditujukan bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan 2 atau keluarga miskin. Fasilitas pendidikan di sekolah ini dibiayai penuh oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

“Mulai dari makan, seragam, hingga kebutuhan sehari-hari dipersiapkan anggarannya oleh Kementerian Sosial. Kalau orang tuanya tidak punya rumah, bisa dibantu program Rutilahu atau PSBS. Kalau belum punya pekerjaan, ada pelatihan dan permodalan. Jadi ini luar biasa, multiplier effect-nya sangat besar,” paparnya.

Pemkab Bandung juga akan berperan aktif dalam penyediaan guru dan sarana penunjang.

“Artinya, pemerintah daerah tidak hanya hibah tanah, tapi juga hadir dalam penyediaan guru. Kurikulumnya sama dengan sekolah reguler, hanya ditambah muatan keagamaan. Anak-anak akan dibiasakan mengaji setiap Magrib dan Subuh, sehingga terbentuk akhlakul karimah,” jelas Dadang.

Disisi lain, Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Idit Supriadi Priatna, menyebutkan bahwa Sekolah Rakyat di Ciwidey ditargetkan bisa menampung hingga 1.000 siswa.

“Setiap tahun kita akan merekrut siswa baru untuk kelas 1, kemudian naik kelas berikutnya secara bertahap. Guru pun disiapkan secara sistematis sesuai aturan, dengan bekerja sama bersama Kemenpan-RB dan Dinas Dikdasmen,” kata Idit.

0 Komentar