JABAR EKSPRES – Di tengah ramainya kasus keracunan yang terjadi di beberapa daerah karena menu Makan Bergizi Gratis (MBG), muncul sosok kontroversial yang berani terang-terangan mengkritik menu MBG di depan anggota dewan.
Sosok tersebut adalah dr Tan Shot Yen, seorang ahli gizi yang menyampaikan rasa kesalnya karena melihat menu MBG untuk anak-anak yang tidak layak.
Kekesalannya tersebut diungkapkannya saat rapat dengar pendapat Bersama Komisi IX DPR RI, pada Senin (22/9/2025). Video rekaman tersebut langsung viral di media sosial karena dinilai sangat mewakili keresahan masyarakat.
Baca Juga:Mulai Gejala SCAM, Aplikasi JalanX Gelar Promo Diskon Untuk Pengguna BaruAplikasi NWSport Batal Scam, Muncul Proyek Baru Makin Menggiurkan, Masih Aman Untuk Invest?
Sosok dr Tan Shot Yen juga langsung ikut viral, banyak orang penasaran dan mencari tahu tentang profilnya.
Dalam video viral tersebut, dr Tan Shot Yen meminta alokasi menu lokal untuk masuk ke dalam menu MBG sebanyak 80 persen di seluruh wilayah Indonesia. Dia merasa heran, karena menu yang dibagikan untuk anak Indonesia justru bahannya tidak tumbuh di Indonesia.
“Yang dibagi adalah burger. Di mana tepung terigu tidak pernah tumbuh di bumi Indonesia, nggak ada anak muda yang tahu bahwa gandum tidak tumbuh di bumi Indonesia,” ujarnya.
Dari akun Instagram resminya @drtanshotyen rupannya cukup populer, wanita 61 tahun ini memiiki follower lebih dari 1,2 juta, dia dikenal sering membagikan informasi kesehatan dibanyak postingannya.
Selain itu, ia juga dikenal sangat vokal menyuarakan isu-isu terkait kesehatan masyarakat, terutama seputar pola makan, gizi, dan penggunaan bahan pangan lokal.
Predikat dokternya didapat dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar kedokterannya, ia melanjutkan program profesi di Universitas Indonesia dan berhasil meraih gelar dokter pada tahun 1991.
Perempuan kelahiran Beijing, Tiongkok pada 17 September 1964 ini tidak berhenti belajar setelah meraih gelar dokternya.
Baca Juga:Bandung Zoo Memanas Lagi: YMT Gugat Pemkot, Satwa Jadi KorbanPLN Icon Plus Perkuat Kerjasama dan Komitmen Layanan Optimal Bersama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI)
Ia memperluas pengetahuannya di bidang medis dengan mengambil program pasca sarjana instructional fysiotherapy di Pert Australia.
Selain itu, ia juga mendalami isu-isu kesehatan global dengan menempuh pendidikan di Thailand dan mendapatkan diploma di bidang penyakit menular seks dan HIV AIDS.
Tak hanya berhenti pada ilmu kedokteran dan gizi, Dr. Tan juga menunjukkan ketertarikannya pada bidang humaniora. Ia menempuh studi pasca sarjana filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Briarkara memperkaya perspektifnya dalam memandang isu kesehatan dari sudut pandang etika dan sosial.
