Kasus Keracunan Massal Bayangi Program Makan Bergizi Gratis, Wali Kota Cimahi Tegaskan Pengawasan

Ilustrasi: Pelajar menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di ruang kelas beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachma
Ilustrasi: Pelajar menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di ruang kelas beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus keracunan massal yang diduga bersumber dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi sorotan publik di Jawa Barat.

Setelah insiden di Garut, ratusan pelajar di Kabupaten Bandung Barat kembali menjadi korban keracunan usai mengonsumsi menu MBG. Para siswa dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA itu merasakan gejala mual, muntah, dan pusing.

Situasi ini mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menegaskan akan segera memanggil dan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penyelenggara program MBG.

Baca Juga:Tiang Internet Tanpa Izin Berjejer Jalan Purnomosidi, Pemkot Banjar Akan TindakWagub Jateng Targetkan 50 Persen  Penyandang Difabel Bisa Menikmati Program Kecamatan Berdaya pada 2026

Sementara di Kota Cimahi, sejauh ini belum ditemukan adanya kasus keracunan akibat makanan program MBG.

Hanya sebagian siswa SMA yang sempat mengeluhkan sakit perut karena menu yang dinilai kurang segar dan tidak enak.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, memastikan pemerintah daerah akan memperketat pengawasan agar kasus serupa tidak terjadi di wilayahnya.

“Kami juga nanti minggu depan bagaimana selaku kepala daerah, pemerintah daerah Kota Cimahi akan mengumpulkan semua SPBG atau MBG yang ada di Kota Cimahi untuk kita berikan wawasan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya saat ditemui di Techno Park, Cimahi Selatan.

Ngatiyana menegaskan, kepedulian pemerintah hadir karena menyangkut kesehatan anak-anak sekolah di lingkungan Cimahi.

“Dari pemerintah Kota Cimahi sudah ada payung hukum atau cantolannya dari Kementerian Kesehatan,” katanya.

Ia juga menekankan, kepala daerah memiliki kewenangan dalam mengawasi jalannya MBG maupun SPBG di wilayah masing-masing.

Baca Juga:Kualitas Air Cimahi Memburuk, DLH Tegaskan Limbah Domestik Jadi Penyumbang Utama PencemaranNikmati Pemandangan Gunung Tangkuban Perahu Lewat “Mountain Gateway Package” dari ibis Bandung Pasteur

“Sehingga kami berhak untuk memanggil, mengumpulkan, memberikan pengarahan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Ngatiyana menyebut, kepedulian tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi kesehatan bagi pelajar. Salah satunya jambore kader kesehatan yang diikuti siswa SMP dan SMA di Cimahi.

“Alhamdulillah di Techno Park dihadiri oleh beberapa siswi dari beberapa SMP dan SMA,” tuturnya.

Ia berharap program tersebut dapat mendukung tercapainya cita-cita besar dalam menyiapkan generasi muda menyongsong tahun emas Indonesia 2045.

“Mudah-mudahan apa yang kita cita-citakan bisa tercapai dalam menyiapkan generasi muda untuk masa depan,” tandasnya. (MONG)

0 Komentar