Desa Pagerwangi Rawan Longsor, Tanah Labil Ancam Rumah Warga

Ilustrasi: kondisi tanah labil yang memicu retakan dan longsor. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Ilustrasi: kondisi tanah labil yang memicu retakan dan longsor. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah rumah di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengalami retak-retak dan terancam longsor. Kondisi ini diduga dipicu oleh tanah labil di kawasan tersebut.

Salah satu warga Kampung Sukanagara RT 08 RW 04 Desa Pagerwangi, Tati Maryati, mengaku retakan di rumahnya semakin melebar dan membahayakan keluarganya. Bahkan beberapa bagian dinding sudah runtuh.

“Retakan hampir terjadi di semua bagian rumah. Bahkan material di atas kusen pintu sudah runtuh dan sempat menimpa saya. Untung tidak sampai luka parah,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).

Baca Juga:Rumah di Cibabat Rusak Akibat Tanah Bergerak, BPBD Tegaskan Masuk Golongan LongsorRumah di Cibabat Rusak Akibat Tanah Bergerak, BPBD Tegaskan Masuk Golongan Longsor

Menurut Tati, kondisi serupa juga dialami warga lain di sekitar lingkungannya. Ia berharap Pemerintah Desa Pagerwangi maupun Pemkab Bandung Barat segera memberikan perhatian.

“Saya ingin pemerintah bertindak agar keresahan warga teratasi. Meskipun pergerakan tanah berlangsung lambat, retakan terus melebar dan berpotensi berbahaya,” ucapnya.

Selain itu tanah labil tak hanya berdampak pada rumah warga. Di sejumlah titik Kampung Sukanagara terlihat bekas longsor dan pergeseran tanah. Bahkan, salah satu tembok penahan tebing (TPT) terpaksa ditopang dengan kayu untuk mencegah ambruk dan menimpa rumah warga di bawahnya.

Ketua RW 04, Komara Sutan Sujadi, menegaskan bahwa Kampung Sukanagara termasuk zona rawan bencana.

“Di RW 04 ada beberapa RT yang masuk wilayah rawan, yakni RT 06, RT 08, dan RT 09,” katanya.

Menurutnya, posisi wilayah yang sejajar membuat pergerakan tanah di satu titik bisa memicu kerusakan berantai di wilayah lain.

“Pergerakan tanah di satu titik sering memicu kerusakan berantai,” tambahnya.

Baca Juga:

Ia juga mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 Desa Pagerwangi beberapa kali mengalami bencana. Pada Maret, longsor merusak dua rumah, April terjadi pergeseran tanah dan Juni gempa bumi berdampak pada sejumlah RW.

“Secara umum, Desa Pagerwangi memang termasuk wilayah rawan bencana. Di RW 04, tiga RT yang padat penduduknya sangat rentan,” ujarnya.

Untuk mengurangi risiko, pihaknya bersama Pemerintah Desa Pagerwangi rutin menggelar sosialisasi tanggap bencana. Materi yang diberikan mencakup jalur evakuasi dan titik kumpul warga agar lebih siap menghadapi situasi darurat.

0 Komentar