Hadiri HJKB, Dedi Mulyadi Targetkan Kota Bandung Bebas Banjir hingga Bangli 2027

Hadiri HJKB, Dedi Mulyadi Targetkan Kota Bandung Bebas Banjir hingga Bangli 2027
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan (kiri) serta Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi (kanan) menghadiri rapat paripurna ke-5 masa persidangan I tahun sidang ke II 2025-2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, Kamis (25/9). Rapat paripurna dilaksanakan dalam rangka memperingati hari jadi Kota Bandung ke-215 tahun 2025 dengan tema \"215 tahun Kota Bandung Utama dalam Harmoni dan Kolaborasi\". Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jabar Dedi Mulyadi beri target kepada Wali Kota Bandung M. Farhan untuk memperbaiki kota. Yakni pada 2027 Kota Bandung ditarget bebas banjir, saluran drainase tersumbat dan bebas bangunan liar.

Hal itu diungkapkan Dedi Mulyadi saat hadir di Paripurna Hari Jadi Kota Bandung (HJKB), Kamis (25/9). Pagi itu, Dedi Mulyadi ikut hadir dalam rapat di Gedung DPRD Kota Bandung itu.

Sembari berpidato dengan bahas indung, Dedi Mulyadi menyampaikan sejumlah masukan kepada Kota Bandung. “Target 2027 Kota Bandung bebas banjir, drainase tersumbat dan bebas bangunan liar,” katanya.

Baca Juga:HJKB ke-214, Ini Tanggapan Dewan Soal Bandung Kota Metropolitan dan KeberlanjutanHJKB ke-214, Momentum Bandung jadi Kota Metropolitan

Kota Bandung adalah pusat Jawa Barat. Itu juga sering jadi rujukan masyarakat. Karena itu tata kotanya harus baik dan rapi. Sehingga perlu ada gambaran besar pembangunan kota. Diantaranya menuntaskan berbagai masalah kota itu.

“Saya berhasil (penataan bangli.red) di Kota Bekasi, sebagian Bogor, sebagian Karawang,” cetusnya.

Pria yang akrab disapa KDM itu melanjutkan, resepnya untuk menuntaskan masalah bangunan liar itu adalah memenuhi kebutuhan masyarakat. Misalnya soal hunian.

KDM menambahkan, urusan lain yang perlu jadi perhatian di Kota Bandung adalah soal jalan. “Di Kota Bandung ada jalan nasional, jalan provinsi, jalan kota. Tapi ketika ada rusak, masyarakat tidak tanya jalan siapa tapi siapa Gubernurnya siapa Wali Kotanya,” sambungnya.

Menurut KDM, jalan itu juga perlu dilengkapi dengan Penerangan Jalan Umum (PJU). Sebagaimana yang dilakukan Provinsi dengan proyek perbaikan PJU.

KDM menuturkan, Bandung ini bisa menjadi pusat seni. Karenanya butuh adanya gedung-gedung pertemuan yang bisa digunakan untuk kegiatan seni termasuk konser.

Kemudian yang tak kalah penting adalah soal kemacetan. “Pendekatan kemacetan ini (Kota Bandung.red) tidak bisa disamakan dengan Jakarta. Karena jalan di Jakarta lebar sementara di Kota Bandung tidak demikian,” cetusnya. (son)

0 Komentar