JABAR EKSPRES – Pihak kepolisian tengah melakukan proses penyelidikan terhadap penyebab keracunan masal yang menimpa ratusan siswa usai menyantap makanan dari program makan bergizi gratis (MBG) di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyebut, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), guna memastikan penyebab terjadinya keracunan massal tersebut
“Kami masih dalam proses penyelidikan. Nanti hasilnya akan kita sampaikan kepada tim BGN untuk tindak lanjutnya seperti apa,” ujarnya, Selasa (23/9).
Baca Juga:BGN Optimis Anggaran MBG Rp71 Triliun dapat Terserap Meski Baru 18 PersenKorban Keracunan MBG Capai 301 Orang, Bupati Bandung Barat Jamin Pengobatan Ditanggung Pemkab
Hendra menambahkan, dalam proses penyelidikan terhadap kasus tersebut, beberapa pihak seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hingga laboratorium kini dilibatkan guna menguji sampel makanan yang diduga menjadi penyebab utama dalam kasus tersebut.
“Jika dari penyebab itu sudah diketahui, nanti kita akan berikan rekomendasi,” ungkapnya.
Sementara untuk proses hukum dalam kasus ini, Hendra menuturkan bahwa polisi hingga kini masih fokus terhadap proses penyelidikan.
“Untuk proses hukumnya, untuk sementara karena masih koordinasi dengan BGN, kita masih fokus kepada proses penyelidikan,” imbuhnya.
Untuk diketahui, berdasarkan informasi yang diterima, jumlah korban yang mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program MBG, kini mencapai 301 orang.
Jumlah tersebut diketahui merupakan data terbaru hingga pukul 23.56 WIB kemarin yang dimana para korban merupakan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, MTs, SMP, hingga SMK. (San)
