KABUPATEN BANDUNG – Yayasan Aksi Cinta Negeri meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sarimahi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Selasa (23/9) pagi. Dapur ini akan mulai beroperasi Rabu (24/9) hari ini. Menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 3.000 siswa dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Termasuk ibu hamil dan menyusui.
Di tengah sorotan kasus keracunan pangan yang belakangan heboh di sejumlah daerah, dapur ini menjamin keamanan makanan dengan standar pengolahan ketat, menjawab kekhawatiran publik sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Ketua Yayasan Aksi Cinta Negeri, H. Brigjen TNI Rubiono Prawiro, menegaskan bahwa dapur SPPG dirancang untuk mencegah risiko keracunan. “Kami punya masterchef dengan disiplin lebih ketat dari aturan militer. Salah masak bisa beracun, reputasi hancur. Alat-alat kami sesuai standar pemerintah, jadi Insyaallah aman dari keracunan,” ujarnya usai peresmian.
Baca Juga:KBA Mitra Dago Peduli Nyaah Ka Bumi Menginspirasi Griya Caraka Kelola Sampah Berbasis MasyarakatKonflik Lahan Pangalengan: Petani vs Program Penanaman TNI-PTPN
Rubiono menjelaskan, tim logistik yayasan akan berkoordinasi dengan lurah setempat untuk memastikan distribusi makanan berjalan higienis dan lancar. “Kami ingin dapur ini bermanfaat bagi warga Ciparay dan sekitarnya,” tambahnya.
Untuk tahap awal, dapur SPPG ini melayani 11 sekolah yang telah mendaftar, dengan rencana ekspansi untuk menjangkau lebih banyak siswa. “Program MBG ini bagian dari amanah Presiden untuk meningkatkan gizi anak-anak demi generasi unggul Indonesia Emas 2045,” kata Rubiono.
Dia menambahkan, yayasan juga menyiapkan makanan untuk ibu hamil dan menyusui, memperluas cakupan program demi mendukung kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Sementara itu, Camat Ciparay, Anjar Lugiyana, menyambut antusias peresmian ini. Ia menyebut, Kemcamatan Ciparay kini memiliki lima SPPG dari target 18 titik, menjangkau sekitar 40.000 siswa. “Alhamdulillah, belum ada laporan keracunan dari MBG di wilayah kami. Ini bukan sekadar pangan gratis, tapi investasi untuk mencetak generasi emas yang sehat,” ungkapnya.
Menurut Anjar, Ciparay unggul dibandingkan kecamatan lain dengan jumlah SPPG terbanyak, menunjukkan komitmen kuat pada program nasional. “Dari tiga SPPG yang sudah operasional, ditambah dua yang baru diluncurkan hari ini (kemarin, red), kami optimistis bisa memenuhi kebutuhan gizi siswa,” tambahnya.
