Baba menekankan bahwa gerakan ini menganut prinsip “no border”. Artinya, kegiatan ini terbuka untuk semua jenis dan merek sepeda motor.
“Saya menciptakan riding with dad ini, motornya ga harus scooter atau brand tertentu. Yang penting adalah kebersamaan ayah dan anak. Intinya bagaimana Riding With Dad ini hadir untuk meningkatkan bonding antar ayah dan anak,” jelasnya.
Aspek keselamatan menjadi perhatian utama Baba. Baba menerapkan anjuran ketat untuk memastikan setiap perjalanan aman dan nyaman bagi seluruh peserta, terutama anak-anak.
Baca Juga:Cara Edit Foto Jadi Pejabat dan Anggota DPR di Gemini AI, Cukup Gunakan Prompt IniIni Tabel Angsuran KUR BRI Mikro 2025, Pinjaman Modal Usaha dengan Simulasi Cicilan Mulai per Hari
Anjuran yang diberlakukan meliputi durasi perjalanan maksimal 1 jam, kecepatan berkendara maksimal 40 km/jam, dan tidak diperkenankan untuk bonceng lebih dari satu anak, sesuai dengan peraturan pada Pasal 106 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Melalui Riding With Dad, Baba menciptakan sebuah gerakan sosial untuk mengembalikan peran aktif para ayah dalam pengasuhan. Ia berharap inisiatif baik ini dapat konsisten dan memberikan dampak positif yang luas bagi keluarga Indonesia. (*)
