JABAR EKSPRES – Mencuatnya kabar bahwa wadah makan atau ompreng (Food tray) yang digunakan untuk program makan bergizi gratis (MBG) mengandung minyak babi kian meresahkan masyarakat.
Sementara food tray tersebut sudah disebar dan digunakan oleh anak-anak setiap hari. Keraguan akan kehalalan makanan yang terkontaminasi dengan minyak babi dalam food tray tersebut menjadi kekhawatiran masyarakat yang mayoritas beragama Islam.
Pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sendiri mengaku sudah melakukan uji klinis terkait kecurigaan tersebut, sayangnya hingga kini belum ada pengumuman resminya. Kini banyak pihak mulai mendesak BPOM untuk segera mengumumkan hasil uji lab tersebut.
Baca Juga:IAPE 2025 Kembali Hadir di Bandung, Dukung Perkembangan Industri dan UMKMTelkoMedika Raih 2 Penghargaan TOP GRC Awards tahun 2025
Temuan minyak babi dalam ompreng MBG ini mulai mencuat sejak Sekretaris Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama Jakarta (PW RMI NU Jakarta), Wafa Riansah, yang juga seorang pemasok, mengirim sampel minyak pencetak ompreng ke Shanghai Weipu Testing Technology Group di Cina.
Dari dokumen hasil uji laboratorium bernomor SHA03-25091211-FX-01CnEnR1 diketahui, bahwa Weipu menganalisis sampel tersebut dengan tiga metode, yaitu fourier transform infrared spectrometer (FTIR), gas chromatography mass spectrometry (GC-MS), dan nuclear magnetic resonance spectrometer (NMR).
“Komponen utama lemak babi olahan adalah lemak yaitu trigliserida,” demikian tertulis pada kesimpulan laporan tersebut.
Dalam Lembar Data Keselamatan Bahan, komponen utama sampel terdiri dari minyak dasar olahan, ester sintetis, parafin terklorinasi, lemak babi olahan, aditif antikarat, dan bahan pelumas.
Menanggapi kabar tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana tidak membantah jika salah satu bahan yang digunakan untuk proses pembuatan ompreng MBG adalah minyak.
Namun minyak tersebut hanya dipakai pada mesin saat stamping atau pengepresan.
“Bahan food tray kombinasi kromium dan nikel. Minyak digunakan pada mesin saat stamping, bukan pada food tray,”
Baca Juga:CPA Australia Gelar Forum Akademik ASEAN Perdana di Jakarta: Dukung Peningkatan Pendidikan AkuntansiRiding With Dad Vol.1: Jadi Ayah Betulan atau Jadi Ayah Kebetulan?
Sementara BPOM Taruna Ikrar yang sudah melakukan uji lab menyebut BPOM tidak bisa mengumumkan hasil uji lab itu ke publik.
Menurut Taruna, BPOM bersama Badan Gizi Nasional (BGN), Kantor Komunikasi Kepresidenan, dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sudah berkomunikasi dan menggelar rapat mengenai hasil uji sampel tersebut.
