Banjir dan Longsor Landa Kota Cimahi, Puluhan Rumah Warga Terdampak

Banjir dan Longsor Landa Kota Cimahi, Puluhan Rumah Warga Terdampak
Banjir di Kelurahan Karangmekar Cimahi Tengah Merendam Sejumlah Rumah Warga (Dok. Warga)
0 Komentar

Sebanyak tiga kepala keluarga dengan 13 jiwa terpaksa diungsikan ke rumah kontrakan milik Ibu Siswanti yang berlokasi tidak jauh dari titik longsor.

BPBD Kota Cimahi mengingatkan seluruh unsur kewilayahan dan warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Pihaknya juga menghimbau agar pemilik rumah di sekitar titik rawan segera dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

“Warga diminta waspada terhadap ancaman bencana susulan, terutama di titik-titik rawan longsor dan banjir,” tegas Fithriandy.

Baca Juga:Soal Program Pembangunan 3 Juta Rumah, PKP Pastikan Tidak Ada Penggusuran?KUR Perumahan Diklaim Serap Jutaan Tenaga Kerja, Benarkah? 

Kejadian serupa juga terjadi di Jl. H. Usman Dhomiri, RT 04 RW 19, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Fithriandy menjelaskan, banjir di lokasi tersebut disebabkan luapan air drainase yang tidak mampu menampung debit air akibat hujan berintensitas tinggi. Air akhirnya masuk ke rumah-rumah warga di RT 04 RW 19.

“Luapan air drainase dipicu hujan dengan intensitas tinggi,” terangnya.

Namun, petugas menghadapi kendala karena akses jalan menuju lokasi tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, sehingga upaya penanganan dilakukan dengan keterbatasan.

Sementara itu, peristiwa lain terjadi di Gang Alpakah, RT 04 RW 03, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Sebuah rumah mengalami kerusakan parah akibat pelapukan bangunan.

Atap rumah ambruk pada bagian kamar dan berpotensi menimbulkan ambruk susulan.

“Penyebab kejadian adalah pelapukan pada bangunan rumah. Atap rumah bagian kamar ambruk dan berpotensi ambruk susulan,” jelas Fithriandy.

Baca Juga:Menkeu Sebut Himbara Kelimpungan Terima Rp200 Triliun, Rosan: Kapasitas Setiap Bank Berbeda! Menjalani Komplikasi dari Atas Kursi Roda, Nyimas Dewi Arimbi Tetap Wujudkan Mimpi Anaknya Bermain di DBL

Berdasarkan data BPBD, luas area bangunan terdampak mencapai sekitar 84 m persegi dengan kategori kerusakan berat. Estimasi total kerugian dari bangunan dan harta benda ditaksir mencapai Rp67 juta.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (13/9/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Rumah yang ambruk diketahui milik Edi Junaedi (58). Seluruh bagian atap rumah ambruk karena kondisi bangunan sudah tidak layak huni.

“Pada hari Rabu, 13 September 2025 pukul 17.00 WIB, rumah milik Bapak Edi Junaedi ambruk di bagian seluruh atap rumah karena kondisi bangunan sudah tidak layak huni,” tandasnya. (Mong)

0 Komentar