JABAR EKSPRES – Lonjakan wisatawan ke Kabupaten Bandung terus mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir. Jika pada tahun 2020 tercatat sebanyak 2 juta kunjungan, maka pada 2024 angka tersebut melonjak drastis hingga mencapai 7 juta wisatawan, atau meningkat sekitar 300 persen.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur transportasi untuk menunjang mobilitas wisatawan sekaligus mengurangi kemacetan—terutama saat akhir pekan dan musim libur.
“Kabupaten Bandung menerima tujuh juta wisatawan per tahun, sehingga terjadi kemacetan terutama pada saat weekend atau musim libur. Karena itu dibutuhkan akses baru, seperti pembangunan jalan tol Soreang–Ciwidey–Pangalengan serta transportasi modern seperti kereta gantung,” kata Kang DS, sapaan akrab saat menghadiri Podcast di Grand Opening Podcast APKASI di Studio Helmy Yahya, Jakarta Pusat, Selasa (16/9).
Baca Juga:Misi Balas Dendam! Persib Siap Buktikan Kualitas Lawan Lion City di GBLAPSG Tak Lagi Royal, Donnarumma Jadi Korban Kebijakan Baru Manajemen!
Podcast tersebut dipandu oleh Helmy Yahya dan turut menghadirkan Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi, Sekjen APKASI Joune Ganda, serta Wakil Ketua Umum APKASI H. Sudewo.
Menurut Kang DS, pembangunan jalan tol di wilayah selatan Jawa Barat, khususnya koridor Soreang–Ciwidey–Pangalengan, diyakini dapat menjadi solusi efektif untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur wisata Kabupaten Bandung.
Selain itu, wacana pembangunan kereta gantung dinilai tidak hanya sebagai alternatif transportasi, tetapi juga sebagai magnet investasi dan pengembangan destinasi wisata unggulan.
“Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah, terutama di kawasan seperti Pacira dan Pangalengan, serta membantu mengatasi masalah kemacetan dengan menyediakan alternatif transportasi dan menarik investor,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kang DS menambahkan bahwa kereta gantung juga menawarkan solusi ramah lingkungan, karena dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi yang selama ini menjadi penyumbang kemacetan.
“Kereta gantung akan memungkinkan wisatawan berkeliling di wilayah Kabupaten Bandung tanpa menggunakan kendaraan pribadi,” katanya.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Bandung telah menyusun dokumen pra-feasibility study (Pra-FS) untuk proyek kereta gantung tersebut, dan mempromosikannya dalam ajang West Java Investment Summit 2024.
