JABAR EKSPRES – Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menanggapi berbagai keluhan yang disampaikan para pedagang, Bupati secara langsung turun ke lapangan dan menggelar pertemuan di Rest Area Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, pada Senin (15/9/2025).
Tak main-main, ia didampingi sejumlah kepala dinas terkait untuk segera menindaklanjuti setiap persoalan yang dihadapi para pelaku usaha kecil di kawasan yang menjadi gerbang menuju situs budaya Karangkamulyan itu.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis tidak hanya memperhatikan kenyamanan wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para pedagang yang menggantungkan hidupnya di rest area tersebut.
Baca Juga:Oknum Anggota DPRD Ciamis Diduga Terlibat Bisnis Dapur MBGBerkas Naik ke Tingkat Penyidikan, Kejari Ciamis Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi SMKN 1 Cijeungjing!
Bupati Herdiat menyatakan bahwa kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam menyelesaikan masalah yang menghambat kegiatan ekonomi dan pariwisata.
Salah satu masalah utama yang diangkat adalah keterbatasan fasilitas toilet. Menjelang akhir tahun dimana lonjakan pengunjung diprediksi meningkat signifikan, ketersediaan toilet yang hanya tiga unit untuk pria dan tiga untuk wanita dinilai sangat tidak memadai. Bupati langsung menginstruksikan dinas terkait untuk segera menambah fasilitas ini guna menjamin kenyamanan para wisatawan.
Selain itu, masalah penerangan yang minim di malam hari juga menjadi perhatian serius. Kondisi yang gelap tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Herdiat memerintahkan pemasangan lampu tambahan di titik-titik strategis untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman, bahkan setelah matahari terbenam.
Para pedagang juga menyampaikan keluhan mengenai terik matahari yang membuat calon pembeli tidak betah berlama-lama. Menanggapi hal ini, Bupati meminta agar segera dipasang kanopi atau atap tambahan di area jual-beli. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan area yang lebih teduh, sehingga pengunjung dapat berbelanja dengan lebih nyaman.
Tidak berhenti di situ, Bupati Herdiat juga melihat potensi pemanfaatan lahan kosong yang terletak di bagian belakang rest area. Ia menyarankan agar lahan tersebut dapat dioptimalkan menjadi dapur basah bersama yang dapat digunakan oleh seluruh pedagang kuliner. Kebijakan ini tidak hanya mendukung efisiensi usaha, tetapi juga menjaga kebersihan dan keteraturan di kawasan tersebut.
Terakhir, persoalan drainase yang sering menimbulkan genangan air, khususnya pada musim hujan, juga mendapat perhatian. Bupati meminta dinas pekerjaan umum untuk segera membenahi sistem saluran air agar tidak lagi terjadi banjir kecil yang dapat mengganggu aktivitas perdagangan dan kenyamanan pengunjung.
