Bangun Akhlakul Karimah, MTSN Kota Cimahi Tempah Siswa Kelas VII Lewat Kemah Blok Pramuka

Bangun Akhlakul Karimah, MTSN Kota Cimahi Tempah Siswa Kelas VII Lewat Kemah Blok Pramuka
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTSN Kota Cimahi, Amin Asnawi saat Memberikan Amanat pada Acara Pembukaan Kemah Blok MTSN Kota Cimahi di Paku Haji, Bandung Barat. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Ia juga menekankan pentingnya nilai keagamaan. Seusai salat Magrib, siswa diisi dengan kegiatan keagamaan, dilanjutkan dengan kultum setelah salat Subuh.

“Ibadah ini untuk memupuk keberagamaan siswa, agar mereka tetap dekat dengan nilai-nilai spiritual,” tambah Amin.

Namun, tantangan mendidik siswa kelas 7 di era digital tidak ringan. Menurut Amin, rasa malas dan ketergantungan pada gadget menjadi hambatan utama.

Baca Juga:PT GAG Nikel Kembali Beroperasi, Penyelesaian Tambang di Raja Ampat Hanya Omon-Omon?Menkeu Tarik Rp200 Triliun dari BI untuk Suntikan Dana Himbara, Solusi Percepat Perputaran Ekonomi?

“Banyak yang bertanya, boleh bawa HP nggak? Padahal fokus kita di kegiatan ini tidak boleh. Jadi tidak ada yang membawa HP, kalaupun ada, dititipkan kepada pembimbing,” ungkapnya.

Sementara itu, Pembina Pramuka sekaligus Ketua Pelaksana, Ayi Didin, menyebut kegiatan tahun ini mengusung tema ‘Kolaborasi Membangun Karakter Akhlakul Karimah melalui Kemandirian dan Kebersamaan.’

Menurut Ayi, materi yang diberikan meliputi dinamika kelompok, nilai-nilai kepemimpinan, hingga pelatihan baris-berbaris. Bahkan, tokoh pramuka dari Kwarcab Cimahi ikut menyampaikan materi, termasuk motivasi untuk membangun karakter siswa di usia remaja.

“Di usia remaja ini mereka masih mencari jati diri. Karena itu, melalui kegiatan ini kami tekankan kebersamaan, kasih sayang, dan saling menghargai agar tidak ada bullying antar teman,” jelas Ayi.

Bagi para siswa, pengalaman mengikuti Kemah Blok menjadi momen yang tak terlupakan. Salah satunya dirasakan oleh Fiyoratama (12), siswa kelas 7G, yang untuk pertama kalinya merasakan kemah bersama teman-temannya di MTSN Kota Cimahi.

“Senang, soalnya bisa nambah pengalaman, rame, dan ada kenangan juga. Dari sini juga belajar mandiri karena orang tua nggak boleh ikut,” ujarnya sambil tersenyum penuh antusias.

Lebih jauh, Fiyoratama menekankan pentingnya pendidikan karakter dan cinta tanah air yang ditanamkan sejak dini.

Baca Juga:Kumpulkan Bupati-Wali Kota dan DPRD Se-Jateng, Ahmad Luthfi: Tidak Ada Kenaikan Tunjangan!Kemenkeu Klaim Suntikan Dana Rp200 Triliun ke Bank Mirip Skema Kopdes Merah Putih, Benarkah?

“Itu penting, karena dari kecil harus cinta sama negara sendiri. Jadi pas dewasa nanti terbiasa mencintai negara, nggak terbawa arus globalisasi seperti budaya luar,” katanya mantap.

Meski menyadari bahwa gadget merupakan bagian dari kehidupan anak-anak zaman sekarang, ia menilai penggunaannya harus bijak.

“Ya gadget itu penting juga, tapi jangan sampai bikin males. Lebih baik dipakai untuk belajar, cari ilmu, atau hal-hal yang bermanfaat,” tuturnya dengan nada serius.

0 Komentar