“Sinergi data pangan dan iklim akan membawa kita pada kebijakan yang lebih kokoh, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk menjawab tantangan pangan di masa depan,” kata Sarwo.
Kepala Pusat Data dan Informasi Pangan Bapanas, Kelik Budiana menambahkan bahwa integrasi data tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun Sistem Informasi Pangan (SIP).
“Kami memastikan setiap data yang ditukar bukan sekadar angka melainkan bahan baku bagi analisis yang tajam dan kebijakan yang tepat. Dengan SIP yang terintegrasi, Bapanas dapat merespons lebih cepat terhadap gejolak harga, ketersediaan, maupun kerawanan pangan,” jelas Kelik.
Baca Juga:Perayaan HUT ke-24 Partai Demokrat di DPC Kota Bandung, Berlangsung Sederhana dan KhidmatPemkot Klaim Gerakan Pangan Murah Jaga Stabilitas Harga di Kota Bandung, Benarkah?
Sementara itu, Plt Sekretaris Utama BMKG, Guswanto menegaskan pihaknya akan mendukung penuh sinergi kedua lembaga ini, dengan menyediakan data iklim dan cuaca yang relevan bagi pangan nasional.
“BMKG berkomitmen menghadirkan informasi meteorologi dan klimatologi yang akurat, terpercaya, dan tepat waktu,” kata Guswanto.
Untuk itu, lanjut dia, sinergi tersebut memastikan data dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat.
