Mantan Kadinkes Bandung Buktikan Kesetaraan Layanan JKN: Semua Pasien Diperlakukan Sama 

Mantan Kadinkes Bandung Buktikan Kesetaraan Layanan JKN: Semua Pasien Diperlakukan Sama 
Mantan Kadinkes Bandung Buktikan Kesetaraan Layanan JKN: Semua Pasien Diperlakukan Sama.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan terus menjadi penopang utama bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan yang adil dan merata.

Tidak hanya untuk masyarakat kecil, manfaat JKN juga benar-benar dirasakan oleh para pensiunan aparatur negara.

Salah satunya adalah dr. Achmad Kustijadi, atau yang lebih dikenal dengan panggilan dr. Dedi, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.

Baca Juga:Kisah Inspiratif Lia Juliani, Hidup Sederhana tapi Konsisten Bayar BPJS Kesehatan Demi Keluarga BPJS Kesehatan Bandung Perkuat Transformasi Digital FKRTL: Fokus pada Bridging hingga Rekam Medis Elektronik

Tetap Jadi Peserta JKN Setelah Pensiun

Sejak resmi pensiun pada 1 Juli 2018, dr. Dedi memilih tetap aktif sebagai peserta JKN.

Keputusan ini terbukti sangat tepat, sebab dalam beberapa tahun terakhir ia harus menjalani serangkaian perawatan kesehatan serius yang seluruh biayanya ditanggung BPJS Kesehatan.

Pada 2021, ia divonis menderita batu ginjal di kedua sisi. Juni di tahun yang sama, ia menjalani prosedur penghancuran batu ginjal di salah satu rumah sakit di Kota Bandung.

Tak lama setelah itu, ia kembali menjalani operasi terbuka untuk menangani batu ginjal di sisi lainnya di rumah sakit berbeda.

“Semua tindakan medis waktu itu ditanggung penuh BPJS Kesehatan. Saya tidak keluar biaya sepeser pun, sehingga bisa fokus pada pemulihan,” ungkapnya.

Ujian Kesehatan Berlanjut

Tantangan kesehatannya tidak berhenti di situ. Awal 2025, ia harus menjalani rawat inap selama sepekan karena mengalami stroke ringan.

Menurutnya, pelayanan yang diberikan sangat baik, mulai dari pemeriksaan awal, rawat inap, obat-obatan, hingga masa pemulihan.

Baca Juga:Musda VI PKS Kab. Bandung, Ketua DPD Terpilih Gaungkan PKS Ngahiji, PKS Kahiji, dan Kab. Bandung MasagiDemi Masyarakat, Lokasi Musda PKS Dialihkan

Tak berselang lama, pertengahan tahun ini, dr. Dedi kembali harus menjalani prosedur Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) untuk batu ginjal di rumah sakit ketiga di Bandung.

Semua rangkaian pengobatan, termasuk pemeriksaan lanjutan seperti USG dan CT scan, kembali ditanggung penuh tanpa biaya tambahan.

“Alhamdulillah, sekarang kondisi saya sudah pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa, termasuk gowes. Dengan adanya jaminan kesehatan sosial, saya merasa sangat terbantu dan tidak terbebani biaya. Justru lebih tenang karena ada JKN yang melindungi,” ucapnya penuh syukur.

Ikuti Alur Layanan Sesuai Prosedur

Sebagai mantan pejabat kesehatan, dr. Dedi memahami betul pentingnya mengikuti alur layanan JKN.

0 Komentar