JABAR EKSPRES – Insiden pengeroyokan kembali terjadi di Kota Bandung. Kali ini, seorang pria menjadi korban salah sasaran setelah diteriaki “begal” oleh sekelompok orang di sekitar area RSUD Ujungberung. Peristiwa ini menyita perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya Facebook dan Instagram.
Informasi yang dihimpun Jabar Ekspres menyebutkan, kejadian berlangsung pada akhir pekan lalu dan melibatkan empat orang pria yang diduga dalam kondisi mabuk.
Mereka secara tiba-tiba menyerang seorang pria yang diklaim sebagai pengemudi ojek online (ojol) yang sedang mengantarkan makanan.
Baca Juga:Respon SMAN 1 Bandung Usai PT TUN Kabulkan BandingSopir Angkot Bandung Jadi Agen Informasi JKN, Dukung Program New REHAB 2.0
Namun belakangan, hasil penelusuran membuktikan bahwa korban bukanlah driver ojol seperti yang ramai dibicarakan, melainkan warga asli setempat.
Seorang warga sekitar, Hafidz (22), mengaku insiden pengeroyokan tersebut dilakukan oleh 3 sampai 4 orang. Ia mengatakan bahwa para pelaku tampak tidak sepenuhnya sadar karena pengaruh alkohol.
“Ada 3 sampai 4 orang, tapi kayaknya lagi mabuk. Korban langsung dikeroyok, sampai kepala belakangnya dipukul pakai spakbor motor,” ujar Hafidz saat ditemui oleh Jabar Ekspres pada Senin (8/9).
Korban sempat dibawa ke RSUD Ujungberung untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, penanganan dari pihak rumah sakit disebut baru dilakukan setelah korban menunggu selama hampir tiga jam, sebuah fakta yang juga menimbulkan pertanyaan dari pihak keluarga dan warganet.
Identitas korban akhirnya terungkap setelah sebuah akun Instagram lokal @Uberupdate mengunggah kejadian tersebut. Dalam kolom komentar, sejumlah akun yang mengaku sebagai keluarga korban, termasuk akun bernama Azis Rohmat Hidayatullah, mengonfirmasi bahwa korban adalah warga asli kawasan Ujungberung.
Keberadaan korban yang ternyata bukan pelaku kriminal, apalagi begal, membuat publik geram atas tindakan main hakim sendiri yang dilakukan para pelaku.
Jabar Ekspres mencoba mengonfirmasi kejadian ini ke Polsek Cinambo. Namun hingga berita ini diturunkan, Kanit Reskrim Polsek Cinambo belum dapat ditemui karena tengah melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.
Baca Juga:Santosa Hospital Bandung Raih Juara 1 Digitalisasi Layanan, BPJS Kesehatan Beri Apresiasi Mantan Kadinkes Bandung Buktikan Kesetaraan Layanan JKN: Semua Pasien Diperlakukan Sama
Meski begitu, salah satu anggota Polsek Cinambo yang tidak ingin disebutkan namanya membenarkan bahwa insiden pengeroyokan memang terjadi. Ia menyebutkan bahwa total ada empat orang pelaku.
