Angka Pengangguran di Jawa Barat Tinggi, Kegiatan Job Fair hanya Formalitas?

Angka Pengangguran di Jawa Barat Kian Tinggi, Kegiatan Job Fair hanya Formalitas?
Antrean sejumlah para pencari kerja di Job Fair Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Kami menghargai pandangan masyarakat tersebut sebagai bagian dari kebebasan mengungkapkan pendapat. Tetapi job fair bukan formalitas. Ini adalah salah satu upaya kami memfasilitasi kebutuhan pemberi kerja dengan pencari kerja, dengan harapan terjadi link and match dan kami menganggap kegiatan ini masih cukup efektif,” kata Sahib saat dihubungi, Jumat (5/9/2025).

Ia menjelaskan, setiap perusahaan yang mengikuti job fair di Kota Bogor wajib melalui seleksi ketat dan dipastikan benar-benar membuka lowongan pekerjaan dalam jumlah signifikan.

Perusahaan yang hanya membutuhkan lima hingga sepuluh posisi tidak akan diikut sertakan, karena Disnaker ingin memastikan bursa kerja memberi peluang nyata bagi para pencari kerja.

Baca Juga:Job Fair Kota Bogor Dinilai Lebih Nyata, Bisa Langsung Kirim CV hingga Tes di TempatJob Fair di Kota Bogor Sukses Gaet Ribuan Pelamar, Disnaker Tepis Stigma Formalitas 

Adapun job fair terakhir yang digelar di Kota Bogor yakni pada awal Agustus lalu dengan diikuti 33 perusahaan serta lebih dari 2.000 lowongan kerja.

Dari sekitar 5.300 pencari kerja yang mendaftar job fair pada saat itu, tercatat sekitar 90 persen hadir secara langsung. Dari total 2.000 lowongan yang tersedia, Disnaker memperkirakan setidaknya 10 persen berhasil terserap oleh tenaga kerja asal Kota Bogor.

Selain di Kota Bogor, Bupati Bandung Dadang Supriatna berkomitmen dalam menciptakan 50 ribu lapangan kerja dan wirausaha baru selama periode 2025–2030.

Kepala Disnaker Kabupaten Bandung Dadang Komara menyebutkan, tahun 2025 pihaknya mengalokasikan anggaran lebih dari Rp6 miliar dari APBD.

Dana itu digunakan untuk pelatihan bahasa dan budaya Jepang maupun Korea, pelatihan keterampilan wirausaha, serta fasilitasi job fair yang bekerja sama dengan puluhan perusahaan dan LPK (Lembaga Pelatihan Kerja).

“Dari Rp6 miliar itu, salah satunya dipakai untuk membiayai 500 calon tenaga kerja yang akan diberangkatkan ke Jepang dan Korea. Semuanya dibiayai penuh, termasuk pelatihan, asrama, makan, hingga BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Meski dikenal sebagai salah satu daerah dengan kawasan industri terbesar di Jawa Barat, Kabupaten Bandung masih menghadapi masalah pengangguran yang serius.

Baca Juga:Polres Banjar Tawarkan 300 Lowongan Kerja dalam Job Fair 20251.827 Loker Siap Diperebutkan Pencari Kerja di Banjar Job Fair 2025

Untuk memastikan program ini berkelanjutan, Pemkab Bandung juga menjalin kerja sama dengan 157 pengusaha lokal serta perguruan tinggi seperti UPI untuk memantau efektivitas pelatihan wirausaha.

Selain itu, koordinasi dengan BPS dilakukan agar data pengangguran bisa diperbarui setiap empat bulan, bukan setahun sekali.

0 Komentar