Alcaraz Kalahkan Sinner di Final US Open, Raih Gelar Grand Slam Kedua

Alcaraz Kalahkan Sinner di Final US Open, Raih Gelar Grand Slam Kedua
Petenis asal Spanyol, Carlos Alcaraz, melancarkan pukulan ke arah lawannya, Novak Djokovic dari Serbia, dalam laga semifinal US Open 2025 di New York, Amerika Serikat, Sabtu (6/9/2025). (SUMBER FOTO: ANTARA FOTO/Xinhua/Li Rui/bar)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Carlos Alcaraz berhasil menundukkan rivalnya, Jannik Sinner, dalam laga final US Open yang digelar Minggu (7/9) waktu setempat atau Senin WIB. Petenis asal Spanyol itu tampil dominan dan menang dengan skor 6-2, 3-6, 6-1, 6-4 untuk merebut gelar US Open keduanya.

Dalam pidato usai pertandingan, Alcaraz menyampaikan rasa terima kasih kepada tim dan keluarganya.

“Tim saya, keluarga saya, saya sungguh beruntung memiliki kalian semua, jujur,” ujarnya.

Baca Juga:Trump Klaim Israel Setuju Gencatan Senjata, Desak Hamas Lakukan Hal SamaHarganya Terjangkau! 4 Laptop untuk Main Genshin Impact dengan Lancar

“Kerja keras yang kalian lakukan membuat saya semakin baik, tidak hanya di level profesional, tetapi juga di level pribadi. Setiap pencapaian yang saya raih adalah berkat kalian, dan pencapaian ini juga berkat kalian.” sambungnya.

Sinner, yang harus mengakui keunggulan Alcaraz, memberikan penghormatan kepada lawannya.

“Kalian melakukan pekerjaan yang luar biasa,” kata petenis Italia itu.

“Saya tahu ada banyak kerja keras di balik penampilan hari ini, kalian lebih baik dari saya. Nikmati lah. Ini momen yang luar biasa.” tambahnya.

Pertemuan ini menjadi final Grand Slam ketiga berturut-turut antara keduanya. Meski Sinner sempat bangkit di set kedua, Alcaraz tetap mengendalikan jalannya pertandingan dengan permainan agresif dan reli-reli memukau.

Ia mencatat 42 winner berbanding 21 dari Sinner dan hanya kehilangan sembilan poin dari servis pertamanya dalam duel selama 2 jam 42 menit.

Sepanjang turnamen, Alcaraz memenangi 98 dari 101 gim servis, menjadikannya juara tunggal Grand Slam kedua sejak 1991 yang hanya kehilangan maksimal tiga gim servis dalam perjalanan meraih gelar — menyamai rekor Pete Sampras di Wimbledon 1994 dan 1997.

Kemenangan ini juga mengantarkan Alcaraz kembali ke peringkat satu dunia ATP, posisi yang terakhir kali ia raih pada September 2023. Momen tersebut bertepatan dengan peringatan 22 tahun pelatihnya, Juan Carlos Ferrero, yang pernah menempati puncak peringkat setelah final US Open 2003.

Baca Juga:Waspada! Ini Risiko Mengunggah Foto ke Layanan AI yang Perlu Kamu TahuPemain Lama Wajib Comeback! Ini Beberapa Fitur Baru Genshin Impact 6.0

Alcaraz kini menjadi petenis termuda kedua yang mampu mengoleksi enam gelar Grand Slam tunggal putra di era Open, hanya kalah dari legenda Bjorn Borg.

Di sisi lain, Sinner mencatat pencapaian bersejarah dengan menjadi petenis termuda yang mampu menembus final di keempat turnamen major dalam satu musim. Ia sebelumnya menjuarai Australian Open dan Wimbledon 2025, serta mencapai final di Roland Garros sebelum dikalahkan Alcaraz.*

0 Komentar