JABAR EKSPRES – Mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) bersama sejumlah mahasiswa dari kampus lain menggelar aksi simbolik di halaman kampus Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jumat 5 September 2025.
Mereka menyalakan lilin dan menaburkan bunga sebagai bentuk keprihatinan atas penembakan gas air mata ke kawasan Unisba dan Universitas Pasundan.
Rafly (19), mahasiswa Unisba yang ikut dalam aksi, menyebut dirinya tergerak karena melihat fenomena demonstrasi yang berlangsung pada 29 Agustus hingga 1 September.
Baca Juga:PGN Pasok Gas Bumi ke RS Kariadi Semarang, Efisiensi Operasional Meningkat Hingga 60 PersenBAZNAS Jabar Luncurkan Program Pendayagunaan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
“Kejadian penembakan gas air mata di sekitar kampus atau ruang akademik itu sangat tidak dibenarkan. Seharusnya ruang kampus ini yang dijadikan safe place bisa aman dari hal tersebut,” ujarnya kepada Jabar Ekspres, Jumat 5 September 2025.
Menurut Rafly, aksi lilin dan tabur bunga ini juga menjadi penanda situasi yang dialami mahasiswa saat ini. Berbagai peristiwa dalam aksi demonstrasi yang hingga menewaskan salah satunya ojol membuat hatinya tergerak untuk datang ke sini.
“Saya ingin membuktikan bahwa ruang kampus dan akademik aman untuk mahasiswa. Jangan sampai akibat beberapa aksi kemarin, mahasiswa takut ke kampus. Itu sudah terjadi ke beberapa teman saya yang trauma,” katanya.
Dia berharap peristiwa serupa tidak terulang. “Semoga ke depan kampus tidak lagi jadi sasaran aparat untuk menembakkan gas air mata, dan massa aksi juga tidak lagi ricuh,” kata Rafly.
Alumni Unisba, Arie Afrizal, turut hadir. Ia menyebut aksi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa dan masyarakat yang menjadi korban. Aksi ini sebagai kepedulian kepada kawan-kawan yang gugur dalam memperjuangkan hak-haknya dan hak seluruh masyarakat Indonesia.
Arie mengatakan penembakan gas air mata ke kampus menimbulkan dampak mahasiswa takut datang ke kampus.
“Acara ini bertujuan menyuarakan bahwa jangan takut ke kampus karena kampus seharusnya ruang aman,” katanya.
Baca Juga:Acil Bimbo Tutup Usia, Bandung Berduka Kehilangan Putra TerbaiknyaTokoh Agama dan Masyarakat di Jateng Serukan Kedamaian untuk NegeriÂ
Unisba merupakan titik evakuasi aksi, seharusnya antara kampus, mahasiswa, dan alumni satu suara mengecam tragedi penembakan gas air mata di Unisba dan menyuarakan bahwa kampus adalah ruang aman.
Menurut Arie, kebebasan berpendapat mahasiswa saat ini mendapat banyak ancaman. Dengan adanya kejadian-kejadian ini, masyarakat tersadarkan bahwa kebebasan berpendapat selalu mendapat intervensi dari berbagai pihak. Akibatnya banyak orang mulai takut menyampaikan pendapat.
