JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar Kejuaraan Renang dan Polo Air Terbuka Bandung Utama 2025 di Kolam Renang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Sabtu (6/9).
Sebanyak 700 atlet muda mengikuti ajang tersebut. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kejuaraan kelompok umur menjadi wadah pembinaan atlet sejak dini.
“Prestasi anak-anak tidak berhenti di kejuaraan ini. Kita bicara prospek mereka 10 hingga 20 tahun ke depan,” ujar Farhan kepada wartawan di lokasi.
Baca Juga:PGN Pasok Gas Bumi ke RS Kariadi Semarang, Efisiensi Operasional Meningkat Hingga 60 PersenBAZNAS Jabar Luncurkan Program Pendayagunaan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Selain renang dan polo air, Bandung Utama 2025 juga menghadirkan kompetisi catur cepat tingkat SD hingga SMA serta sepak bola. Menurut Farhan, pemerintah kota akan terus mendorong penyelenggaraan pertandingan kelompok umur.
“Kalau untuk pertunjukan besar kita tunda sesuai arahan pemerintah pusat. Tapi kalau pertandingan pelajar, kelompok umur, akan terus kita gelar. Event seperti ini bisa menjadi wadah mencari bibit-bibit atlet terbaik,” katanya.
Farhan menyebut kejuaraan ini bagian dari strategi jangka panjang pengembangan olahraga di Bandung. “Kita ingin mengembalikan supremasi Kota Bandung di cabang Aquatik Jawa Barat, dan menjadikan Bandung sebagai basis pengembangan prestasi menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
Menurut Farhan, Bandung memiliki modal besar untuk mendukung prestasi olahraga, khususnya akuatik. Dalam desain besar olahraga nasional, katanya, sport science itu ada di Bandung, di ITB dan UPI.
Dia menegaskan, hal itu bakal menjadi suatu anomali apabila Bandung tidak menghasilkan atlet hebat di 2045. Maka pihaknya mulai menggencarkan pembinaan para atlet.
Farhan berharap ajang ini dapat melahirkan generasi baru atlet. “2026 kita akan rebut dulu, 2030 kita pertahankan. Itu modal kita,” imbuhnya.
Dia menambahkan pentingnya apresiasi bagi atlet. “Apresiasi akan selalu ada, tapi tergantung juga pengurus cabang olahraga. Mampu tidak membuat event-event yang menonjolkan prestasi anak-anak? Itu hasil kerja keras, bukan sulap semalam,” pungkasnya.
