Dengan kondisi sarpras seadanya, lanjut dia, petugas Damkar di daerah kerap bekerja dengan segala keterbatasan. Meski penuh dedikasi, mereka dipaksa menghadapi medan bencana tanpa peralatan memadai. Situasi ini, kata dia, ibarat memerintahkan pasukan berperang tanpa senjata lengkap.
“Kami berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini, termasuk memperjuangkan penambahan anggaran bagi sarpras Damkar serta peningkatan kapasitas personel. Harapannya, pos-pos Damkar di wilayah Bandung Barat benar-benar siap siaga dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman bencana,” katanya
“Kami ingin masyarakat merasa terlindungi. Pelayanan publik harus cepat, tanggap, dan terintegrasi. Itu hanya bisa terwujud jika sarpras dan personel Damkar diperkuat, bukan dibiarkan dalam kondisi serba terbatas seperti sekarang,” tandasnya. (Wit)
