Program Terpadu Berhasil Tekan Angka Anak Putus Sekolah di Kota Banjar

Program Terpadu Berhasil Tekan Angka Anak Putus Sekolah di Kota Banjar
Dua anak bersama orang tuanya yang bekerja sebagai pemulung di Kota Banjar ini sempat viral, lantaran mereka putus sekolah dan memilih mengikuti pekerjaan orang tuanya. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, dalam menuntaskan persoalan anak tidak sekolah (ATS) mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berkat implementasi Program Penuntasan Anak Tidak Sekolah Terpadu yang digalakkan sejak bulan lalu, jumlah ATS mengalami penurunan signifikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, Dedi Suardi, mengungkapkan bahwa program ini merupakan tindak lanjut atas data dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan. Langkah ini diambil sebagai respons untuk memastikan setiap anak warga Banjar mendapatkan hak pendidikannya.

“Setelah diluncurkannya program terpadu ini pada bulan lalu, kami mulai melihat adanya pengurangan jumlah anak yang tidak bersekolah. Ini adalah perkembangan yang positif. Desa dan kelurahan mendata langsung ke lapangan. Hasilnya di setorkan ke Disdik. Data ATS yang dari pusdatin dikonfirmasi langsung ke lapangan melalaui petugas desa dan kelurahan,” ujar Dedi pada Selasa (2/9/2025).

Baca Juga:Tujuh Pelaku Pengrusakan Gedung DPRD Banjar Dilepas, Polisi: Masih di Bawah Umur!Jalan Rusak, Warga Rejasari Kota Banjar Sindir Pemkot Lewat Parodi

Strategi yang dijalankan oleh Disdikbud Kota Banjar yakni mengoptimalkan peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di setiap desa dan kelurahan.

Saat ini, terdapat 19 lembaga PKBM di Kota Banjar yang menjadi ujung tombak dalam menampung dan memberikan layanan pembelajaran bagi anak-anak yang putus sekolah.

Berdasarkan data sementara yang telah masuk ke Disdikbud, sebanyak 87 anak tidak sekolah telah terdaftar dan aktif mengikuti proses pembelajaran di berbagai PKBM.

“Saat ini data sementara sudah ada 87 ATS yang mengikuti pembelajaran di PKBM. Namun, angka ini masih bersifat sementara dan kemungkinan akan bertambah karena pendataan belum sepenuhnya update, tertunda akibat kegiatan lain seperti SPMB,” jelas Dedi.

Program ini berawal dari data Pusdatin yang awalnya mencatat sebanyak 1.772 anak di Kota Banjar berstatus tidak bersekolah. Menyikapi data tersebut, Disdikbud Kota Banjar tidak langsung menerimanya secara mentah. Pihaknya melakukan verifikasi dan validasi data secara mendalam ke lapangan.

Hasil dari proses verifikasi tersebut cukup mengejutkan, sekaligus memberikan gambaran yang lebih akurat. Ternyata, jumlah ATS yang sebenarnya adalah 1.326 orang, atau mengalami penurunan sebesar 25,17 persen dari data awal.

0 Komentar