Dalih untuk Kepentingan Pilkada, Pemprov Jabar Miliki Tunggakan BPJS Kesehatan Sebesar Rp335 Miliar

Dalih untuk Kepentingan Pilkada, Pemprov Jabar Miliki Tunggakan BPJS Kesehatan Sebesar Rp335 Miliar
Pemprov Jabar miliki utang ke BPJS Kesehatan sebesar Rp335 Miliar. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

Akan tetapi seiring perjalanan waktu, ternyata Pemprov Jabar punya tunggakan kepada BPJS. Itu buntut implementasi anggaran di tahun 2023 dan 2024.

Fakta dan Data Tunggakan BPJS Kesehatan Pemprov Jabar

  1. Utang sebesar Rp 330 Miliar
  2. Berasal dari era Kepemimpinan Ridwan Kamil
  3. Anggaran Layanan Kesehatan Belum jadi Prioritas
  4. Akan Dibayar pada APBD 2026

Klaim dan Alasan Pemprov Jabar

  1. Kurang anggaran karena ada alokasi untuk Pilkada
  2. Kabupaten Bekasi dan Karawang Tidak Usulkan Peserta PBI
  3. APBD Perubahan 2025 Dialokasikan Rp 341 Miliar

Tahun 2023

Baca Juga:Gubernur Jawa Barat Siapkan Pergub Larangan Alih Fungsi Lahan untuk Cegah BencanaSah! Gubernur Baru Pemerintahan Sandwich di Jawa Barat: Ditekan dari Atas, Didorong dari Bawah

  • Anggaran Belanja Kontribusi Jaminan Kesehatan bagi PBI Rp 411,740 miliar
  • Realisasi Belanja Kontribusi Jaminan Kesehatan bagi PBI sebesar Rp 411,445 miliar
  • Temuan BPK, Ada peserta dengan NIK sama sebanyak 194.510 jiwa. Karena tidak berbasis By Name By Adress.
  • Tunggakan Rp 80 miliar Kabupaten Bekasi dan Karawang tidak mengusulkan bantuan

Tahun 2024

  • Tunggakan Rp 250 miliar Pilkada Serentak

Tahun 2025

  • APBD 2025 Pergeseran, Belanja Kontribusi Jaminan Kesehatan bagi PBI Rp 419,752 miliar
  • APBD 2025 Pergeseran, Belanja Pembayaran Pelayanan Kesehatan di luar cakupan layanan BPJS. Dari Rp 8 miliar jadi Rp 20 miliar. Kadinkes Jabar Vini : setahun bisa Rp 7 miliar dialokasikan ke RSUD Provinsi.
  • APBD 2025 Perubahan Rp 341 miliar (bayar tunggakan). (son/yan).
0 Komentar