JAKARTA – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengaku terharu saat mendengar kisah hidup siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 35 Wonosobo Jawa Tengah ketika melakukan kunjungan ke sekolah tersebut pada Sabtu.
Dalam kunjungan itu, Agus Jabo memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berjalan baik sekaligus meninjau fasilitas sekolah.
“Saya ingin memastikan bahwa proses MPLS di Sekolah Rakyat Wonosobo ini berjalan dengan baik. Saya juga akan mengecek sarana-prasarana, apakah kamar, kelas, maupun kamar mandi layak digunakan,” ujarnya didampingi Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Amir Husein.
Baca Juga:Kunker ke Banjarnegara, Wamensos Motivasi Siswa Sekolah RakyatMembuka Jendela Literasi Bahasa di Halmahera Timur
Agus menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi, tetapi juga membuka jalan bagi siswa meraih cita-cita.
“Pak Presiden, dengan Sekolah Rakyat ini, memberikan jembatan buat anak-anakku untuk mewujudkan cita-citanya,” katanya.
Ia menegaskan, Sekolah Rakyat memiliki target membekali anak-anak dengan tiga hal, yakni kecerdasan, karakter kebangsaan, sosial, dan keagamaan, serta keterampilan hidup.
“Kalau misalkan kalian belum ingin melanjutkan kuliah, ingin membantu orang tua, atau mencari penghasilan, kalian sudah punya keterampilan untuk bisa bekerja,” tuturnya.
Suasana haru muncul saat sejumlah siswa menyampaikan kisah hidup mereka. Salah satunya Angelina Puspitasari, siswi asal Kepil, Wonosobo, yang bercita-cita menjadi guru.
“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo, terima kasih banyak sudah membangun Sekolah Rakyat ini. Saya tidak bisa melanjutkan sekolah, soalnya bapak saya menanggung tujuh orang,” ujarnya lirih sambil menangis.
Angel menuturkan untuk kebutuhan sehari-hari, orang tuanya kerap harus berutang. “Saya ingin tidak menambah beban buat ayah dan ibu,” katanya menahan tangis.
Baca Juga:Sekolah Rakyat, Merajut Asa Pendidikan Anak-anak TerpinggirkanEsensi RAPBN 2026 Dalam Lanskap Kemandirian Ekonomi
Mendengar cerita itu, Agus Jabo tampak terharu. Ia memberikan motivasi kepada para siswa bahwa mereka kelak akan menjadi pemimpin bangsa. “Inilah Sekolah Rakyat dan inilah kenyataan hidup. Maka kita harus terus bersinergi agar kemiskinan ekstrem di Indonesia segera tuntas,” ucapnya.
Wamensos juga berpesan agar siswa Sekolah Rakyat selalu menjaga kebersamaan, tidak melakukan perundungan atau kekerasan baik secara verbal maupun fisik.
Sekolah Rakyat merupakan sekolah gratis berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
