JEMBER – Tawa kecil dan celoteh anak-anak dengan raut wajah bahagia terlihat, setelah mereka menerima seperangkat alat sekolah, berupa seragam, buku, tas, dan sepatu yang akan digunakan untuk mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Tidak hanya peralatan dan perlengkapan sekolah yang mereka terima. Beberapa perlengkapan kebutuhan sehari-hari untuk hidup lebih mandiri di asrama juga diberikan oleh pemerintah agar anak-anak harapan bangsa tersebut bisa betah belajar di Sekolah Rakyat.
Meskipun demikian, masih ada anak-anak yang terlihat berat meninggalkan orang tua yang melepas mereka, saat peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember pada 15 Agustus 2025.
Baca Juga:Esensi RAPBN 2026 Dalam Lanskap Kemandirian EkonomiBULOG Jabar Siap Serap Gabah Beras Petani Lokal
Pelukan kasih sayang orang tua dan nasihat untuk meyakinkan bahwa sekolah rakyat menjadi harapan mereka untuk meraih mimpi di saat keterbatasan ekonomi keluarga. Hal itu menjadi salah satu suntikan semangat anak-anak untuk semangat belajar dan bertahan di asrama.
Seperti yang disampaikan orang tua salah satu siswa Sekolah Rakyat, Megawati, warga Dusun Tegalbago, Desa/Kecamatan Arjasa, mengatakan bahwa sangat berat untuk melepas anak-anaknya, namun tekad kuat agar anak-anaknya bisa tetap mengenyam pendidikan yang lebih baik, mampu menghapus kesedihannya.
Empat anaknya, yakni Muhammad Rizki Rafael Rahmatullah, Bilqis Cahya Wulan Sari, Dika Wadrikil Hakim, dan Ahmad Ramadhan Gilang duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember.
Penghasilan suaminya dari berjualan bakso keliling yang pas-pasan itu sangat berat untuk membiayai keempat anaknya di madrasah tsanawiyah (MTs) dan sekolah dasar (SD) di desa setempat, belum lagi tiga anaknya juga masih kecil.
Ibu rumah tangga yang memiliki tujuh anak itu menitipkan keempat anaknya di sekolah rakyat dengan harapan anak-anak tersebut bisa tetap bersekolah dan menuntut ilmu, hingga jenjang yang tinggi, sehingga ke depannya bisa menjadi orang sukses dengan memiliki kehidupan yang lebih baik.
“Saya harus tega anak-anak jauh dari kami. Itu semua demi masa depan mereka agar bisa hidup lebih baik dan kami merasa sangat terbantu dengan adanya sekolah rakyat ini,” katanya.
