“Mereka bisa jadi demonstran, tanpa aparat lain perlu tahu. Mereka bisa jadi admin grup WhatsApp massa aksi tanpa siapapun perlu tahu siapa, dari mana, dan apa kepentingan mereka,” ujarnya.
Kemudian, ia menyoroti peristiwa yang terjadi belakangan ini. Misalnya, saat aksi penjarahan di rumah Ahmad Syahroni.
“Kenapa saat massa menjarah rumah Sahroni, sebagian besar mobil dan motor mewahnya yang suka ia pamerkan di YouTube sudah hilang terlebih dulu?” kata dia.
Baca Juga:Aksi Buruh di Jakarta Telan Korban, Prabowo: Saya Kecewa, Tindakan Petugas Berlebihan!Bandung Memanas! Mess MPR RI dan Videotron Dibakar Massa Aksi, Tembakan Gas Air Mata Diduga jadi Pemicu
“Atau, kenapa aksi bakar membakar fasilitas umum selalu terjadi saat malam sampai subuh? Mengapa CCTV selalu mati saat pembakaran halte-halte terjadi?” sambungnya.
Di samping itu, ia juga mempertanyakan mengapa saat terjadi peristiwa pembakaran sejumlah fasilitas umum pada Jumat (29/8), aparat kemanan tampak nihil di lokasi-lokasi tersebut.
Kemudian ia juga mencurigai kabar penjarahan rumah Menkeu oleh oknum massa yang terjadi pada Minggu dini hari tadi.
“Rumah Sahroni sih okelah banyak yang tau di mana, dipamer-pamer juga di youtube. Kalo rumah Sri Mulyani? Jarah menjarah rumah pejabat ini sus (mencurigakan) sekali,” ujarnya melalui sosial media X, Minggu.
